Pelaku Usaha Industri di Mateng Keluhkan Tak Maksimalnya Tegangan Listrik

Hits: 13

Manener Jaringan PLN Area Sulbar,Nur Hidayat Wahid(photo:bnq)

BANNIQ.Id.Sulbar. Belum maksimalnya jaringan listrik dikeluhkan oleh pelaku usaha industri di Wilayah Mamuju Tengah. Seperti dirasakan oleh pelaku usaha crusher di Mamuju.

Menurut sumber yang namanya tidak ingin dimediakan, tegangan listrik di Mateng mengalami dropnya jaringan, sehingga voltase yang digunakan olehnya sekira 380 Volt tak mampu untuk mengoperasikan mesin industrinya.

“Volume listrik industri di Mateng tidak sesuai 380 volt, ini membuat produksi tidak maksimal dan merugikan perusahaan akibat pencapaian tidak maksimal,” Ujarnya.

Dia menambahkan dengan kondisi tersebut, voltase listrik industri naik turun yang dapat mengakibatkan kerusakan pada Dinamo penggerak apalagi saat beban puncak voltase di bawah 300 volt.

Menanggapi hal ini, Manejer Jaringan PLN Area Sulbar Nur Hidayat Wahid, mengakui dropnya jaringan di wilayah Mateng mengingat tidak beroprasinya genset di Topoyo.

” Memang sejak tidak berfungsinya genset di Topoyo aliran listrik disana disuplai dari dua sumber yakni dari Pasangkayu dan dari Mamuju, Namun karena panjangnya jaringan tegangan drop, namun kita sudah melakukan langkah-langkah perbaikan untuk mengatasi masalah tersebut,” Terang Nur Hidayat.

Untuk langkah perbaikan jangka pendek, sambut Nur Hidayat, pihaknya telah memasang 8 kapasitor untuk menaikkan tegangan.

” Langkah perbaikan untuk jangka pendek kita telah memasang 8 kapasitor, untuk menaikkan tegangan, tegangan pangkal juga kita sudah setting sedimikian rupa agar tegangannya naik, untuk mengantisipasi dropnya tegangan listrik di sana,” Timpalnya.

Kemudian langkah perbaikan untuk jangka panjnag, aliran listrik untuk wilayah Mateng akan diambil dari GI Belang-belang , dekat dengan PLTU, dengan asumsi bahwa jika jaringan sudah dipisahkan tegangannya akan lebih baik.

” Perbaikan untuk jangka panjang, aliran listrik untuk ke wilayah Mateng kita akan ambil dari GI di Belang-belang dengan asumsi bahwa jika kita pisahkan, sumber jaringan antara wilayah Mamuju dan Wilayah Mateng Dan Pasangkayu tegangan akan lebih baik, dan estimasi kami, semoga tidak adalagi kendala teknis dan non teknis, sehingga bulan Agustus ini, masalah dropnya tegangan listrik di Mateng sudah dapat teratasi,” Pungkasnya.|smd.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *