ADVERTORIAL
Beranda » Peserta Green Leadership Indonesia Batch Ajak warga Kelapa Dua Kelola Limbah dan Edukasi Anak Sejak Dini

Peserta Green Leadership Indonesia Batch Ajak warga Kelapa Dua Kelola Limbah dan Edukasi Anak Sejak Dini

BANNIQ.Id. Polewali. – Tim Mammesa Grow, peserta Green Leadership Indonesia (GLI) Batch 5, sukses menggelar serangkaian kegiatan edukatif di Desa Kelapa Dua, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, sebagai bagian dari program Green Innovation Week. Inisiatif ini berfokus pada pengelolaan limbah rumah tangga melalui inovasi dan penumbuhan kesadaran lingkungan sejak usia dini.

Dua kegiatan utama yang dilaksanakan adalah workshop budidaya maggot dan pembuatan eco enzyme bagi ibu rumah tangga, serta edukasi daur ulang sampah plastik kreatif bagi anak-anak PAUD.

BPKAD Gelar Koordinasi Strategis Sinergikan Anggaran Kepemudaan dan Keolahragaan

Workshop edukasi budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) dan pembuatan eco enzyme disambut antusias oleh puluhan warga, khususnya para ibu rumah tangga, yang diselenggarakan di Balai Desa Kelapa Dua. Kegiatan ini bertujuan mengubah paradigma masyarakat agar melihat limbah organik bukan sebagai masalah, melainkan sebagai sumber daya bernilai ekonomis dan ramah lingkungan.

Cici Nurfadila, salah satu peserta GLI Batch 5 Tim Mammesa Grow, bertindak sebagai pemateri. Ia memaparkan secara rinci dua teknik inovatif:

SDK Ajak ASN Layani Rakyat dengan Kesadaran dan Integritas

Dijelaskan bahwa maggot BSF adalah pengurai sampah organik yang sangat efisien. Larva ini tidak hanya secara drastis mengurangi volume sampah, tetapi juga dapat dipanen sebagai sumber pakan ternak berprotein tinggi.

Pembuatan Eco Enzyme: Peserta diajarkan teknik fermentasi sederhana menggunakan limbah dapur seperti kulit buah dan sisa sayuran. Cairan hasil fermentasi ini sebagai pembersih alami, pestisida organik, hingga pupuk cair.

Biro Organisasi Setda Sulbar Buka Ruang Konsultasi, Dorong Penguatan Peran Arsiparis

Kepala Desa Kelapa Dua, Masdar, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif Tim Mammesa Grow. Ia menyoroti besarnya antusiasme warga dan berharap program ini dapat berkelanjutan dan konsisten.

“Masyarakat Desa Kelapa Dua sangat antusias mengikuti workshop ini karena mereka memperoleh informasi baru terkait pengolahan limbah rumah tangga. Kami melihat potensi besar dari dua inovasi ini, yaitu untuk pencegahan lingkungan dari peningkatan volume sampah, dan sebagai peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa,” ujar Masdar.

Tim Mammesa Grow berharap melalui edukasi ini, Desa Kelapa Dua dapat mengelola limbah rumah tangga secara mandiri, mengubah masalah sampah menjadi solusi lingkungan dan kesejahteraan ekonomi.

Tim Mammesa Grow juga fokus menanamkan kesadaran lingkungan kepada generasi muda. Tim ini mengajak anak-anak PAUD Parengge di Desa Kelapa Dua untuk berkreasi dengan sampah plastik.

Dalam kegiatan yang dipenuhi keceriaan tersebut, anak-anak PAUD diajarkan cara sederhana untuk menyulap sampah plastik menjadi karya-karya baru. Didampingi guru dan Tim Mammesa, tangan-tangan mungil mereka tampak antusias mengelem dan menempel material yang semula dianggap tak bernilai.

Mereka belajar bahwa sampah dapat diubah menjadi sesuatu yang indah dan bernilai seni.
Menanamkan Kesadaran Lingkungan: Pesan utama yang disampaikan adalah bahwa sampah bukan hanya untuk dibuang, melainkan dapat diolah dan didaur ulang.

Muliati, Kepala Sekolah PAUD Parengge, sangat mengapresiasi dan merasa terbantu dengan kegiatan edukatif ini, serta berharap inisiatif positif tersebut dapat berkelanjutan di masa mendatang./ham

× Advertisement
× Advertisement