Program Renplanting, Di Mata Pihak Perusahaan Sawit

Hits: 8

Silmi Nathan(photo:bnq)

BANNIQ.Id.Mamuju Tengah. Program Renplanting(Peremajaan tanaman kelapa sawit) yang dicanangkan oleh pemerintah saat ini, bertujuan untuk meningkatkan Produktivitas TBS oleh Petani sawit dengan penanaman bibit baru Mengganti tanaman yang dinilai sudah menurun produktivitasnya.

Program Renplanting itu sendiri diperuntukkan bagi petani sawit plasma, yang anggarannya berkisar Rp.25.000.000/petani. Di mata pihak perusahaan sawit, menilai agar program Renplanting dapat terlaksana dengan baik,Pemerintah mesti melakukan sosialisasi lebih luas agar petani memahami secara utuh tentang program tersebut.

” Sebaiknya untuk terlaksananya dengan baik program Renplanting ini, lembaga yang memfasilitasi program ini sebaiknya mengsosialisasikan lebih luas tentang program ini, masih kurang pemahaman masyarakat tentang program ini, dan bisa menjadi Blunder bila tak disosialisasikan secara luas, dan yang lebih penting lagi dana yang Rp.25.000.000 per hektar itu sangat tidak cukup untuk pelaksanaan program Renplanting,” Terang pelaksana,CDO yang juga kepala devisi K3 PT Surya Raya Lestari,I dan II, Silmi Nathan,di Kantornya, Jum’at(2/8/2019).

Beberapa hal yang patut diperjelas terhadap petani, kata silmi tentang syarat Renplanting itu sendiri,dimana salah satunya mesti ada surat keterangan bahwa petani yang bersangkutan ada kerjasama dengan pihak perusahaan, selain syarat usia atau umur kelapa sawit yang ingin diremajakan.

Selain itu petani juga semestinya pemerintah atau lembaga yang memfasilitasi program tersebut,untuk menggunakan sistim Renflanting yang mudah dan tidak membebani masyarakat.

” Sebetulnya keinginan petani tentang Renplanting ini, mesti dengan sistim yang mudah misalnya dengan sistim “All Operator,begitu selesai dilakukan operasi mereka langsung melakukan pembayaran, tapi sistim yang digunakan kembali lagi seperti yang dulu, mereka diangsur, ” Imbuhnya.

Lebih detail silmi menjelaskan tentang sistim All Operator yang pernah ditawarkan petani, yakni petani tinggal menunggu hingga lahannya produktif (berbuah), Petani juga bisa ikut menjadi tenaga kerja selama proses persiapan dan perawatan lahan tersebut.

Olehnya masih kata Dia, Untuk memperbaiki manajemen pengelolaan kelapa sawit bukan saja program Renplanting saja tetap semua yang berkaitan pengelolaan sawit di tingkat petani, karena mengelola sawit tidak bisa sendiri harus kolektif.

” Terkait pengolahan sawit di tingkat petani ini, bukan hanya Renplanting tetapi semua yang berkaitan dengan pengelolaan sawit harus lebih diberdayakan, baik kelompok taninya, organisasinya,kalau perlu dibuatkan koperasi petani sawit agar pengelolaan sawit di petani semakin baik,” Pungkasnya.|smd.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *