BANNIQ.Id. Pasangkayu – Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama Republik Indonesia ke-80 yang puncak peringatannya akan digelar pada Sabtu, 3 Januari 2027, dipastikan akan berlangsung meriah.

Untuk tingkat Provinsi Sulawesi Barat, peringatan HAB tahun ini dipusatkan di Kabupaten Pasangkayu dan akan melibatkan ribuan aparatur Kementerian Agama dari seluruh kabupaten se-Sulbar.
Sedikitnya 3.000 pegawai Kemenag dan Kemenhaj dijadwalkan akan hadir dan memadati Pasangkayu. Rombongan mulai bergerak sejak Kamis, 1 Januari 2026, baik menggunakan kendaraan roda empat maupun roda dua.
Arus kedatangan peserta ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Hari Amal Bakti yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga mempererat silaturahmi antar insan Kementerian Agama.
Kasi Humas Kanwil Kemenag Sulbar, Abidin, S.Ag., menjelaskan bahwa seluruh satuan kerja Kemenag se-Sulbar telah diarahkan untuk berpartisipasi aktif dalam peringatan tersebut.
“Hari ini dari seluruh satker Kemenag se-Sulbar mulai berangkat menuju Pasangkayu. Ada yang menggunakan mobil, sebagian juga menggunakan sepeda motor.
Untuk utusan Kemenag Kabupaten Polewali Mandar saja diperkirakan sekitar 200 mobil, sementara dari kabupaten lain menyusul. Secara keseluruhan diperkirakan lebih dari 3.000 pegawai diwajibkan hadir pada peringatan Hari Amal Bakti tanggal 3 Januari,” jelas Abidin, Rabu (31/1/25).
Ia juga menambahkan, rangkaian kegiatan HAB tidak hanya berhenti pada upacara puncak, namun akan berlanjut hingga 5 Januari 2027 dengan berbagai agenda, salah satunya Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) antar pegawai Kemenag se-Sulbar.
Terkait pemondokan, pihak panitia telah menyiapkan skema berbasis kebersamaan dan kearifan lokal. Selain posko-posko yang dibentuk oleh masing-masing kontingen kabupaten, sebagian peserta juga akan menginap di rumah-rumah warga Pasangkayu.
“Untuk tempat menginap, sebagian peserta akan tinggal di rumah penduduk dan sebagian lagi di posko-posko yang dibentuk oleh masing-masing utusan Kemenag kabupaten. Ini sekaligus menjadi bentuk kebersamaan dan silaturahmi dengan masyarakat,” pungkas Abidin.
Peringatan Hari Amal Bakti ke-80 ini diharapkan tidak hanya menjadi momentum refleksi perjalanan panjang Kementerian Agama dalam melayani umat dan bangsa, tetapi juga menjadi ajang memperkuat solidaritas, kekompakan, dan semangat pengabdian seluruh insan Kemenag.
Melalui semangat HAB, Kementerian Agama mengajak seluruh pegawai dan masyarakat untuk saling menguatkan, menjaga persatuan, serta menebarkan nilai-nilai moderasi, toleransi, dan kemanusiaan, demi terwujudnya kehidupan beragama yang rukun dan harmonis di Sulawesi Barat dan Indonesia secara keseluruhan./***






