BANNIQ.Id. Jakarta .Semangat untuk mengembangkan olahraga pickleball di Sulawesi Barat kembali ditunjukkan oleh jajaran Indonesia Pickleball Federation (IFP) Sulbar.
Dengan biaya sendiri tanpa dukungan sponsor maupun bantuan dari pihak mana pun, para atlet IFP Sulbar tetap ambil bagian dalam ajang bergengsi Indonesia Open Pickleball Tournament 2026 yang berlangsung di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), 25–28 Juni 2026.
Kontingen IFP Sulbar dipimpin oleh H. Dahri. Meski berangkat secara mandiri dengan menumpang kapal Pelni, perjuangan mereka mampu membuahkan hasil membanggakan.
Pasangan H. Dahri/Arif Unsulbar berhasil menembus babak delapan besar sebelum harus mengakui keunggulan pasangan juara nasional, Wirawan/Agus, dengan skor tipis 15–14.
“Belum rezeki, kalah 15–14. Padahal lawan kami Pak Wirawan yang merupakan peringkat satu nasional kelompok usia 50+ sekaligus juara bertahan Indonesia Open,” ujar H. Dahri, Kamis (25/6/2026).
Sementara itu, pasangan H. Nahar/Udin dari Polewali Mandar juga harus menghentikan langkahnya setelah kalah dari pasangan asal Jepang dengan skor 15–12.
Pada kategori pasangan, empat tim yang berhasil melaju ke babak semifinal masing-masing berasal dari NTB, Jepang, Bandung, dan Malaysia. Pertandingan kemudian dilanjutkan pada Jumat (26/6) untuk kelompok usia 35 tahun dan 19 tahun.
Di balik hasil pertandingan tersebut, tersimpan semangat luar biasa dari para atlet Sulbar. Seluruh anggota kontingen berangkat dengan biaya pribadi sebagai bentuk kecintaan terhadap olahraga pickleball dan komitmen membesarkan cabang olahraga ini di Sulawesi Barat.
“Alhamdulillah, seluruh pemain yang berangkat membiayai sendiri keberangkatannya, naik kapal Pelni tanpa bantuan dari siapa pun. Beruntung selama di Jakarta kami mendapat tempat menginap di Mess Kabupaten Mamuju Tengah,” ungkap H. Dahri.
Keikutsertaan IFP Sulbar secara konsisten di berbagai turnamen nasional menjadi bukti bahwa pembinaan olahraga pickleball di daerah terus berjalan.
Walaupun dengan keterbatasan fasilitas dan dukungan anggaran, semangat para atlet tidak pernah surut untuk membawa nama Sulawesi Barat bersaing di tingkat nasional.
Partisipasi yang dilakukan secara mandiri ini diharapkan dapat menjadi inspirasi sekaligus menggugah perhatian berbagai pihak agar turut mendukung perkembangan olahraga pickleball di Sulawesi Barat.
Sebab, prestasi lahir bukan hanya dari bakat dan kerja keras atlet, tetapi juga dari dukungan yang berkelanjutan demi melahirkan atlet-atlet berprestasi di masa mendatang./***








