BANNIQ.Id. Topoyo. DPD Partai Golkar Mamuju Tengah (Mateng) akan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) pada 21 Agustus 2026. Musda ini menjadi bagian dari konsolidasi dan penguatan mesin partai di tingkat kabupaten.
Musda DPD Golkar Mateng menjadi Musda ketiga di Sulawesi Barat setelah sebelumnya digelar DPD Golkar Polewali Mandar dan Pasangkayu.
Ketua DPD Partai Golkar Mateng, Syahrir, membenarkan adanya penetapan jadwal Musda tersebut dari DPD Partai Golkar Sulbar.
“Benar, sudah ada surat penetapan pelaksanaan Musda untuk DPD Golkar Mateng dari DPD I, yakni tanggal 21 Agustus 2026,” kata Syahrir saat dikonfirmasi, Selasa (11/8/2026).
Menurut Syahrir, persiapan Musda telah berjalan cukup matang. Bahkan, sejumlah perangkat kepanitiaan telah dibentuk sejak sebelumnya karena agenda awal Musda direncanakan berlangsung pada awal Agustus.
“Kalau persiapan sudah berjalan sekitar 70 persen. Karena sebelumnya jadwal pertama pada awal Agustus, jadi sejak lama sudah kita persiapkan semuanya, termasuk kepanitiaan Organizing Committee (OC) dan Steering Committee (SC),” ujarnya.
Selain persiapan Musda, Syahrir juga menyatakan kesiapannya kembali maju sebagai bakal calon Ketua DPD Golkar Mateng untuk periode kedua.
Ia mengaku telah mendapatkan dukungan dari sejumlah Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK) serta organisasi sayap, pendiri dan didirikan Partai Golkar.
“Kalau persiapan sebagai bakal calon, kami juga sudah siap, baik dukungan dari DPK maupun beberapa organisasi sayap Golkar. Kepada bakal calon lain yang ingin ikut berkompetisi, kami persilakan mendaftar sesuai prosedur yang waktunya akan ditentukan oleh SC,” katanya.
Syahrir yang juga sepupu dari Mantan Ketua Golkar Sulbar sekaligus mantan Bupati Mateng H.Aras Tammauni, selama ini dinilai mampu membawa Golkar Mateng menjadi salah satu kekuatan politik penting di daerah penghasil Sawit ini.
Di bawah kepemimpinannya, Golkar berhasil meningkatkan perolehan kursi pada Pemilu Legislatif 2024 dengan menempatkan enam kadernya di DPRD Mateng.
Capaian tersebut sekaligus mengantarkan kader Golkar menduduki kursi Ketua DPRD Mamuju Tengah.
Hasil itu menjadi modal penting bagi Syahrir dalam menghadapi Musda. Kepemimpinannya tidak hanya diuji melalui konsolidasi internal, tetapi juga melalui kemampuan menggerakkan mesin partai hingga menghasilkan peningkatan representasi politik Golkar di parlemen.
Karena itu, Musda 21 Agustus mendatang dipandang bukan sekadar agenda pergantian atau penetapan kepengurusan, melainkan momentum untuk memperkuat soliditas partai dan memastikan capaian politik Golkar Mateng dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan pada kontestasi politik berikutnya./***










