Tahun 2020, Mateng Menjadi Penghasil Ikan Tuna Tertinggi di Sulbar

Hits: 74

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulbar, Dr.Ir.Fadli Syamsuddin(photo:bnq)

BANNIQ.Id.Sulbar.Potensi Kelautan dan Perikanan yang dimiliki oleh Provinsi Sulbar, menjadi salah satu potensi andalan untuk meningkatkan Perekonomian masyarakat, khususnya masyarakat Nelayan. Adapun potensi perikanan yang dimiliki oleh Provinsi Sulbar yakni Produktivitas Ikan tuna.

Data Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulbar, untuk tahun 2020 daerah yang menjadi penghasil ikan tuna tertinggi yakni Kabupaten Mateng. Data itu kata Kadis DKP Sulbar Dr.Fadli Syamsuddin, Kamis (15/4/2021) berdasarkan data pengumpul Ikan tuna Provinsi Sulbar.

Ikan Tuna di Mateng yang Siap dipasarkan(photo:dkp-mateng)

” Tahun 2020 ini memang kabupaten Mateng menjadi Penghasil tuna tertinggi, data ini berdasarkan data pengumpul ikan tuna Provinsi Sulbar,” Ujar Fadli.

Peningkata hasil tangkapan ikan tuna di Mateng yang menyentuh angka 600 Ton lebih sebut Fadli, karena Pemkab Mateng melalui DKPnya telah mencanangkan Program Rumpun Jumbo sebagai tempat untuk mencegat ikan tuna yang bermigrasi dari di selat Makassar melalui lautan fasifik ke samudra Hindia.

” Mereka punya program Rumpun Jumbo untuk mencegat ikan tuna yang berimigrasi sesuai perputaran arus air laut di selat Makassar dari lautan pasifik ke samudra Hindia, dan ini masuk akal karena koloni ikan tuna ini bergerak seperti ban berjalan masuk ke selatan kemudian keluar lagi di selat Lombok,” timpalnya.

Ikan Tuna Hasil Tangkapan Nelayan di Mateng(photo:dkp-mateng)

Ditambahkan, puncak Imigrasi tersebut biasanya berlangsung di musim timur yakni pada bulan Juni,Juli hingga Agustus dan pada bulan-bulan itu juga ikan tuna itu akan banyak memasuki perairan selat Makassar Dimana Perairan Sulbar menjadi bagian di dalamnya.

Kendatipun potensi hasil tangkapan Ikan tuna di Mateng yang cukup tinggi pertahun kata Fadli, masih ada beberapa kendala yang dimiliki yakni belum adanya pelabuhan Tempat Pendaratan Ikan (TPI) yang ada di sana.

” Kendalanya tinggal pelabuhan Pendaratan Ikan, kami sudah biasa komunikasi dengan Kabid Tangkap DKP Mateng pak Made untuk memikirkan hal ini secara bersama-sama,” Imbuhnya.

Selain itu kendala lain imbuh Fadli, yakni proses ekspor ikan tuna tersebut, yang juga belum bisa dilakukan sendiri di Sulbar.

” Kita mau ikan tuna kita ini, dieskpor ke luar namun kendala kita karena masih melalui KIMA di Makassar, kalau hasil tangkapan di Polman,Majene,Mamuju dan Mateng, kemudian untuk Pasangkayu mereka bawa ke Palu Sulteng,” Pungkasnya.

Terpisah,Kabid Tangkap DKP Mateng, I Made Kardiana mengatakan, peningkatan hasil tangkapan ikan Tuna di Mateng untuk tahun 2020 karena didukung program Rumpon Jumbo.

Rumpon Jumbo program DKP Mateng untuk mencegat Ikan Tuna yang bermigrasi ke selat Makassar dari Lautan Pasifik(photo:dkp-Mateng)

” Peningkatan hasil Tangkapan Ikan Tuna tahun 2020, didukung oleh Program Rumpun Jumbo yang kami buat dan satu-sarunya di Provinsi Sulbar,” ujar made.

Kemudian terkait masih terkendalanya pelabuhan Pendaratan Ikan, Made berharap DKP Provinsi dapat membantu pembangunan Pelabuhan tersebut.

” Terkait pelabuhan, ini kan menjadi Kewenangan Provinsi, tentu kami berharap agar DKP Provinsi Sulbar dapat membantu untuk pembangunan pelabuhan Pendaratan Ikan di Mateng,” simpul Made.|asd

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *