Tanggapi Kerinduan Masyarakat untuk Bershalat Ied di Masjid, Begini Penjelasan Bimas Kemenag Sulbar

Hits: 112

Kabid Bimas Islam Kanwil Kemenag Sulbar,Dr.H.Misbahuddin,M.Ag.(photo:bnq)

BANNIQ.Id.Sulbar. Kerinduan masyarakat Islam di Sebahagian besar Kabupaten di Sulbar untuk dapat melaksanakan shalat Idul Fitrih 1441 H, yang berpijak pada situasi Penanganan Covid yang mulai membaik di Sulbar.

Merespon kerinduan masyarakat muslim tersebut, Kabid Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi(Kemenag) Sulbar,Dr.H.Misbahuddin, Senin ( 28/5/2020) mengatakan, untuk dapat melaksanakan shalat Idul fitrih 1441 H di lapangan, Masjid atau Musallah maka perlu ada kriteria pemetaan wilayah situasi Pandemi Covid 19, sebagaimana termaktub pada fatwa MUI Nomor 28 Tahun 2020.

” Di dalam Fatwa MUI Nomor 28 Tahun 2020 tentang Takbiran dan Pelaksanaan shalat Idul fitrih 1441 H, disebutkan bahwa bagi daerah yang kriterianya bebas dari Pandemi Covid 19, atau Daerah yang terkendali Pandemi Covid 19 ditandai dengan penurunan penderita Covid 19, dapat melaksanakan Shalat Idul Fitrih di Lapangan, Masjid,Musallah maupun tempat lainnya, dengan memperhatikan protokoler kesehatan, namun bagi daerah yang tidak terkendali Pandemi Covid 19, maka shalat idul Fitrih dilaksanakan di Rumah,” Paparnya.

Untuk menentukan kriteria tersebut tambah Misbahuddin, kewenangannya ada di Pemprov dan Pemkab. Untuk Pemprov sebut Misbahuddin, Gubernur dapat memetakan kondisi atau kriteria wilayah berdasarkan Kabupaten, dan untuk Pemkab Bupati bisa membuat pemetaan wilayah berdasarkan kecamatan.

” Penentuan kriteria wilayah dimaksud, bukan gawe dari Kemenag ataupun MUI, tetapi kewenangan Pemprov yang harus dikordinasikan ke Pemkab, Gubernur mesti membuat pemetaan kriteria wilayah berdasarkan Kabupaten, dan Untuk Pemkab Bupati dapat memetakan kriteria wilayah berdasarkan kecamatan, misalnya di kecamatan ini terkendali dan tidak terkendali, jangan masyarakat yang saling mengklaim kondisi tersebut,” Lugasnya.

Untuk memaksimalkan penentuan kriteria wilayah tersebut, Misbah menyarankan agar Pemprov memfasilitasi pertemuan tim Gugus Tugas Covid 19 Se Sulbar, untuk membangun kesepahaman bersama,”

” Hal ini penting segera diwujudkan, untuk memaksimalkannya, Pemprov dapat memfasilitasi pertemuan dengan Tim Gutus Covid 19 Se Sulbar, atau Bupati dan Sekkab masing-masing untuk membangun kesepahaman bersama,” Timpalnya.

Terpisah Jubir Tim gugus Covid 19 Sulbar, Safaruddin DM, mengaku paham akan harapan yang diinginkan oleh masyarakat Muslim untuk melaksanakan shalat Ied di Masjid ataupun Lapangan, namun dia berharap kepada pihak Kemenag untuk berkordinasi ke Pemprov dalam hal biro Kesra, untuk menyampaikan penentuan kriteria wilayah tersebut.

” Kami paham dengan harapan yang dinginkan oleh Masyarakat muslim untuk bisa melaksanakan shalat Ied di masjid,ataupun lapangan, namun harus ada pemetaan kriteria wilayah,untuk itu kita berharap ada kordinasi pihak Kemenag ke Pemprov melalui Biro Kesra untuk meminta penentuan pemetaan wilayah tersebut,” Pungkas Kadis Kominfo Sulbar ini.|asd

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *