Tangkal Penyebaran Covid 19 dari Mateng, Camat Tommo Jaga Perbatasan dengan Ekstra Ketat

Hits: 13

BANNIQ.Id.Mamuju. Sebagai bagian wilayah Kabupaten Mamuju yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Mamuju tengah Kecamatan Tommo menjadi salah satu pintu masuk alur mobilisasi orang antar wilayah.

olehnya untuk mencegah merebaknya Covid 19 terutama dari wilayah Mateng, Camat Tommo Agus Pamajang mengaku telah mengambil langkah taktis dalam memutus mata rantai penyebaran corona virus utamanya dari Kabupaten Mamuju tengah yang terdampak cukup parah.

Via telepon (29 April 2020) Agus menegaskan saat ini penjagaan di beberapa desa yang berada diperbatasan dijaga dengan ekstra ketat seperti desa leling barat (Mamuju) yang berbatasan dengan desa Tobadak 7( Mateng) maupun desa leling utara (Mamuju) yang berbatasan dengan desa Sejati Tobadak 8 (Mateng) terlebih di Dusun baitan yang dibatasi sebuah jembatan dengan Desa Passapa Pontanakayyang, saat ini dijaga sangat ekstra oleh Tim gugus covid yang terdiri aparat desa hingga TNI dan Polri.

Agus menambahkan, saat ini untuk orang yang ingin memasuki kecamatan Tommo akan dilakukan pemeriksaan KTP, jika yang ingin melintas dan masuk ke wilayah Tommo bukan warga setempat atas dasar KTP tersebut akan langsung di arahkan untuk putar balik (pulang.red) atau tidak diperkenankan masuk kecuali untuk angkutan barang dan logistik.

Terkait warga lokal tommo yang baru datang dari bepergian utamanya dari daerah lain yang berstatus zona merah, sambung Agus, juga telah disiapkan rumah yang jauh dari pemukiman untuk dilakukan isolasi mandiri.

” sekarang ini sudah ada yang diisolasi di rumah yang telah disiapkan oleh pemerintah setempat, jumlahnya satu keluarga mereka tiga orang baru tiba dari makassar, langsung dihubungi keluarganya untuk siapkan keperluan sehari-hari dan mereka sudah menjalani isolasi dirumah tersebut” kata Agus.


Masih kata Agus, dari fakta di lapangan terkadang masih terdapat orang yang ingin bermain-main dan berbohong saat memberikan informasi soal data kependudukannya waktu akan melintas diperbatasan dan itu rentan menjadi profokasi kepada warga dan aparat yang berjaga.

” Kami berharap agar semua pihak dapat memahami kondisi tersebut agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, karena pada akhirnya ketegasan yang dilakukan untuk membatasi pergerakan orang tersebut tujuannya demi memutus penyebaran corona virus,” tutup Agus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *