4 Keutamaan Bersabar dalam Menghadapi Musibah

Hits: 60

BANNIQ.Id.Opini.Ceramah Tarwih 10 Ramadhan 1442 H / tabggal 21 April 2021 di Mesjid Nurul Amin Padang Baka’ di isi oleh Muh Ibnu Darmawan (salah seorang Santri kelas 2 Alaiyah pada Pesantren Darul Ulum Al Asy’ariyyah KH. Muh Shaleh Saleppa Majene dengan topik “Keutamaan bersabar dalam menghadapi musibah”

QS.2 Al-Baqarah ayat 153.
Innallah Ma’sabirin, sesingguhnya orang bersanar di kasihani Allah

Nabi kita Muhammad SAW dalam suatu hadis menegaskan, seorang muslim tidak akan merugi dalam situasi apapun. Sebab, keimananya akan menjadikannya semua urusannya baik.
“Perkara orang mukmin itu mengagumkan, sesungguhnya semua perihalnya baik dan itu tidak dimiliki seorang pun selain orang mu`min; bila tertimpa kesenangan, ia bersyukur dan syukur itu baik baginya, dan bila tertimpa musibah, ia bersabar dan sabar itu baik baginya.” (HR. Al-Bukhari Muslim, dari sahabat Shuhaib)
Di samping itu, Allah Ta’ala juga menjanjikan keutamaan besar bagi meraka yang bersabar dalam menghadapi segala ujian (bala) ataupun musibah.

Berikut 4 keutamaannya:

  1. Mengangkat Derajat dan Menghapus Dosa.
    Dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda: “Ujian senantiasa menimpa orang beriman pada diri, anak dan hartanya hingga ia bertemu Allah dengan tidak membawa satu dosa pun atasnya.” (HR. Tirmizi)
  2. Tanda Kebaikan dari Allah Ta’ala.
    “Sesungguhnya besarnya balasan tergantung dari besarnya ujian, seperti saat ini kita sementara melaksanakan puasa begitu banyak cobaan, dan apabila Allah cinta kepada suatu kaum Dia akan menguji mereka, barangsiapa yang ridha maka baginya keridhaan Allah, namun barangsiapa yang murka maka baginya kemurkaan Allah.” (HR. Tirmizi)
  3. Mati Syahid.
    Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi kabar gembira bagi yang wafat karena bala dan musibah. “(mati) karena menderita thoun adalah syahid bagi setiap Muslim.” (HR. Al-Bukhari Muslim)
    “(meninggal) karena sakit perut adalah syahid, dan (meninggal) karena Thoun juga syahid.” (HR. Al-Bukhari)
    “…Tidaklah seseorang yang berada di wilayah yang terjangkit Thoun, kemudian ia tetap tinggal di negerinya dan selalu bersabar, ia mengetahui bahwa penyakit tersebut tidak akan mengjangkitinya kecuali apa yang Allah tetapkan kepadanya, maka baginya seperti pahalanya orang yang mati syahid.” (HR. Bukhari)
  4. Pahala yang Tidak Terbatas.
    Allah Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an: “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas”. (QS. Az-Zumar: ayat 10)(Tanawali(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *