50 Operator Ikuti Pelatihan Penginputan Dapodik Berbasis Aplikasi

Hits: 125

Kepala Dinas Pendidikan Kab.Mateng, Drs.H.Busdir,MM. Saat membuka dan sekaligus memberi sambutan pada kegiatan pelatihan Penginputan Dapidik. Melalui aplikasi dapodik
2019-e(photo :sak)

#Advertorial Kerjasama dengan Dinas Pendidikan Kab.Mateng TA 2019#
BANNIQ.Com.Topoyo.- Dinas Pendidikan Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) menyelenggarakan pelatihan penginputan Dapodik melalui aplikasi ‘Dapodik 2019-e’ jenjang SD dan SMP tahun anggaran 2019. Pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Mateng, H. Busdir pada Jumat tanggal 26 April 2019.

Kepala Dinas Pendidikan Mateng, H. Busdir dalam sambutannya mengatakan bahwa pelatihan yang berlangsung ini sangat menunjang kegiatan kita di Dinas Pendidikan. Oleh sebab itu, H. Busdir sangat mengapresiasi pelatihan penginputan Dapodik karena sangat menentukan kualitas kinerja kita, khususnya di lingkungan sekolah.

Kepada peserta pelatihan, Kepala Dinas Pendidikan Mateng berharap agar memaksimalkan waktu, mengikuti dengan serius materi yang disampaikan narasumber. Apalagi, katanya, pelatihan seperti ini menjadi kebutuhan yang ada di Disdik supaya mampu menjadikan operator yang handal dalam mengelola data melalui system aplikasi.

Menurut H. Busdir, kegiatan pelatihan operator penginputan Dapodik ini dinilai sangat penting. Sehingga, lanjutnya, kita mau memaksimalkan pelaksanaanya secara berkesinambungan, secara berantai. Karena operator yang mengikuti pelatihan ini diibaratkan orang yang sudah pintar mengaji, tetapi perlu untuk memperlancar mengaji.

Di

Ketua Panitia, Abd. Gafur saat menyampaikan laporan terkait pelaksanaan pelatihan Penginputan Dapodik melalui aplikasi Dapodik
2019-e(photo:sak)

“Saya tekankan, tidak boleh ada operator bertugas ganda karena hasilnya tidak akan maksimal. Sehingga tugas operator itu harus fokus supaya apa yang kita inginkan dapat tercapai dan berkelanjutan,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Mateng H.Busdir, saat memberikan sambutannya di acara yang berlangsung di Wisma Widya Buah, Topoyo.

H. Busdir menekankan bahwa operator yang selama ini menjalankan tugas di lingkungan sekolah tidak boleh dipindah-pindah, kecuali ada perubahan status atau pindah tempat tugas. Karena oprator ini harus betul-betul focus, harus maksimal dalam menjalankan tugasnya.

Kendala kita selama ini dalam penginputan data yang dibutuhkan oleh pemerintah Pusat, misalnya, kata Busdir lagi, ada beberapa bantuan yang dikucurkan Pusat ke sekolah-sekolah. Pertanyaan kita, kenapa ada sekolah yang dapat bantuan jatah guru dan kenapa ada sekolah yang tidak mendapatkan bantuan yang sama. Kendalanya karena masalah operator.

“Justru itulah kemampuan operator harus tetap kita tingkatkan kualitasnya melalui pelatihan seperti ini,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Mateng, H. Busdir.
Sementara itu, ketua panitia pelatihan, Abdul Gafur dalam laporannya menyampaikan, pelatihan penginputan Dapodik melalui aplikasi ini berlagsung selama dua hari kerja dimulai tanggal 26 -27 April 2019.

Peserta pelatihan adalah operator dari sekolah dari masing-masing wakil kecamatan dengan jumlah 50 orang peserta. Pelatatihan ini, kata Gafur bertujuan untuk meningkatakan kualitas sumber daya manusia bagi operator dalam mengelola data khususnya di jajaran pendidikan di Kabupaten Mamuju Tengah.

Sehingga nantinya para operator yang mengikuti pelatihan ini dapat mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh ketika mereka sudah kembali melaksanakan tugas dan fusngsinya sebagai operator di sekolah masing-masing . |Sak.s

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *