ADVERTORIAL

Cegah DPD di Daerah Pelosok, Dinkrs Lakukan Fogging di Pokkang

BANNIQ.Id.Mamuju. Dinas Kesehatan (Dinkes) Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) melakukan fogging di Desa Pokkang. Hal itu dilakukan sebagai tindakan pencegahan penyebaran Demam Berdarah Dengeu (DBD).

RSUD Sulbar Hadirkan Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi Baru, Dirut: Pasien Gangguan Muskuloskeletal akan Secepatnya Tertangani

Permintaan fogging itu dilayangkan Kepala Desa Pokkang, Kecamatan Kalukku, Hasdir kepada Dinkes Mamuju. Petugas kesehatan kemudian menyisir rumah-rumah warga disana pada Rabu (10/5).

“Ini permintaan kami bekerja sama dengan Dinkes melalui Puskesmas Beru-beru,” kata Hasdir kepada wartawan, Rabu (10/5/2023).

Terima Audiensi Kominfo Majene,Ridwan Sarankan Pelayanan Berbasis Digital dan Terintegrasi

Fogging bukan satu-satunya cara untuk memberantas nyamuk DBD. Olehnya, Hasdir meminta warganya untuk mulai menerapkan pola hidup bersih.

“Fogging adalah langkah terakhir dalam pencegahan DBD, yang paling utama adalah warga harus rajin membersihkan rumah dan lingkungan sekitar,” terangnya.

KKN hampir 2000 mahasiswa, Unsulbar Jelaskan Urgensi Anggaran Rp.700 juta

Sehingga, Hasdir mengimbau seluruh warganya untuk membuang genangan air, menutup bak terbuka, dan menimbun kaleng bekas.

“Karena semua itu bisa menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes Aegypti,” terangnya.

Hasdir pun mengucapkan terima kasih kepada Dinas Kesehatan Mamuju atas dukungan respon cepat untuk melakukan fogging di rumah warganya.

Sebelumnya, Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Pemkab Mamuju, Alamsyah menjelaskan, fogging dilakukan untuk membunuh induk nyamuk DBD. Namun, penyemprotannya tidak boleh sembarangan.

“Nyamuk aedes aegypti itu aktif di pagi dan sore hari, sehingga fogging juga harus di waktu itu. Kalau tidak, tidak akan efektif,” tandas Alamsyah.|***

× Advertisement
× Advertisement