ADVERTORIAL

Cegah DPD di Daerah Pelosok, Dinkrs Lakukan Fogging di Pokkang

BANNIQ.Id.Mamuju. Dinas Kesehatan (Dinkes) Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) melakukan fogging di Desa Pokkang. Hal itu dilakukan sebagai tindakan pencegahan penyebaran Demam Berdarah Dengeu (DBD).

Kunker Spesifik ke Pasuruan Bersama Komisi IV, Agus Ambo Djiwa : Swasembada Susu Tak Cukup Tambah Sapi, Pakan dan Harga Ternak Harus Diperkuat

Permintaan fogging itu dilayangkan Kepala Desa Pokkang, Kecamatan Kalukku, Hasdir kepada Dinkes Mamuju. Petugas kesehatan kemudian menyisir rumah-rumah warga disana pada Rabu (10/5).

“Ini permintaan kami bekerja sama dengan Dinkes melalui Puskesmas Beru-beru,” kata Hasdir kepada wartawan, Rabu (10/5/2023).

Akhiri Etafe di Polewali, Bupati Polman Tutup Rangkaian Sandeq Silumba 2026

Fogging bukan satu-satunya cara untuk memberantas nyamuk DBD. Olehnya, Hasdir meminta warganya untuk mulai menerapkan pola hidup bersih.

“Fogging adalah langkah terakhir dalam pencegahan DBD, yang paling utama adalah warga harus rajin membersihkan rumah dan lingkungan sekitar,” terangnya.

Mandarpreneur Fair 2026 Dorong UMKM Sulbar Naik Kelas dari Penguatan Kapasitas Hingga Akses Pasar dan Pembiayaan

Sehingga, Hasdir mengimbau seluruh warganya untuk membuang genangan air, menutup bak terbuka, dan menimbun kaleng bekas.

“Karena semua itu bisa menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes Aegypti,” terangnya.

Hasdir pun mengucapkan terima kasih kepada Dinas Kesehatan Mamuju atas dukungan respon cepat untuk melakukan fogging di rumah warganya.

Sebelumnya, Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Pemkab Mamuju, Alamsyah menjelaskan, fogging dilakukan untuk membunuh induk nyamuk DBD. Namun, penyemprotannya tidak boleh sembarangan.

“Nyamuk aedes aegypti itu aktif di pagi dan sore hari, sehingga fogging juga harus di waktu itu. Kalau tidak, tidak akan efektif,” tandas Alamsyah.|***

× Advertisement
× Advertisement