BANNIQ.Id. Majene. Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) kembali laksanakan asesmen lapangan, kali ini datang dari Program Studi Sarjana Terapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Ruang Rapat FIKES Unsulbar, Selasa (2/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung Rektor Unsulbar, para wakil rektor, pimpinan lembaga, para wakil Dekan, dosen, tenaga kependidikan, serta civitas akademika FIKES.
Asesmen lapangan dilakukan dua asesor dari Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan (LAM-PTKes), yakni Dr. Maria Goretti Catur Yuantari, S.K.M., M.Kes dan Dr. Margareta Maria Sintorini, M.Kes.
Dalam sambutannya, Dekan FIKES Unsulbar, Dr. Habibie, S.K.M., M.Kes, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya asesmen lapangan tersebut sekaligus mengucapkan selamat datang kepada tim asesor yang telah hadir di Kabupaten Majene untuk melaksanakan proses penilaian.
“Kami mengucapkan selamat datang kepada tim asesor di Universitas Sulawesi Barat. Kehadiran bapak dan ibu asesor menjadi momentum penting bagi kami untuk memperoleh masukan konstruktif dalam pengembangan Program Studi Sarjana Terapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja ke depan,” ujarnya.
Menurut Dr. Habibie, keberadaan Program Studi Sarjana Terapan K3 merupakan kebutuhan strategis bagi Provinsi Sulawesi Barat. Hal tersebut didasarkan pada karakteristik sektor pekerjaan di daerah yang didominasi bidang pertanian, konstruksi, kelautan, dan perikanan yang memiliki tingkat risiko kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja cukup tinggi.
Ia jelaskan bahwa kebutuhan tenaga K3 juga masih sangat besar, baik pada sektor pelayanan kesehatan primer maupun sekunder. Banyak puskesmas dan fasilitas kesehatan yang belum memiliki tenaga K3, padahal keberadaan tenaga tersebut menjadi salah satu syarat penting dalam pemenuhan standar akreditasi fasilitas pelayanan kesehatan.
“Program studi ini hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan pemerintah daerah. Kami berharap dapat melahirkan sumber daya manusia yang mampu menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif serta berkontribusi dalam menekan angka kecelakaan dan penyakit akibat kerja di Sulawesi Barat,” jelasnya.
Sementara itu, Rektor Unsulbar, Prof. Dr. Muhammad Abdy, M.Si, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras mempersiapkan asesmen lapangan. Ia berharap proses asesmen dapat berjalan lancar dan memberikan hasil terbaik bagi program studi.
“Akreditasi bukan hanya proses penilaian administratif, tetapi juga momentum evaluasi dan peningkatan mutu. Kami berharap seluruh dokumen, capaian, serta inovasi yang telah dilakukan program studi dapat tergambarkan secara optimal selama asesmen berlangsung,” ungkap Rektor.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Tim Asesor, Dr. Maria Goretti Catur Yuantari, S.K.M., M.Kes, menjelaskan bahwa asesmen lapangan bertujuan melakukan verifikasi dan validasi terhadap data serta dokumen yang telah disampaikan program studi dalam laporan akreditasi.
Menurutnya, asesmen lapangan menjadi sarana untuk memastikan berbagai capaian yang telah dituliskan dalam dokumen akreditasi dapat dibuktikan secara langsung melalui observasi dan klarifikasi bersama pihak program studi.
“Kami hadir bukan untuk menguji, tetapi melakukan konfirmasi dan validasi terhadap berbagai informasi yang telah disampaikan dalam dokumen. Kami berharap proses ini berjalan melalui kerja sama yang baik sehingga dapat memberikan gambaran yang objektif mengenai kondisi Program Studi Sarjana Terapan K3,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan oleh Unsulbar serta berharap seluruh rangkaian asesmen dapat berlangsung dengan lancar dan memberikan manfaat bagi pengembangan mutu pendidikan tinggi kesehatan./***








