ADVERTORIAL

Sinergikan Program Pusat dan Daerah, Bapperida Sulbar Gelar Sosialisasi dan Supervisi Usulan Dana DAK Tahun 2025

BANNIQ.Id. Majene. Dalam rangka menyinergikan program pusat dengan daerah, baik Provinsi dan Kabupaten, Bapperida Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menggelar Sosialisasi dan Supervisi Usulan Dana Alokasi Khusus (DAK) Provinsi dan Kabupaten Tahun 2025 yang digelar di Villa Bogor Majene, Kamis (11/7/2024).

Selaku pelaksana harian, Muh. Darwis Damir mewakili Kepala Bapperida Sulbar Junda Maulana memberikan sambutan serta membuka kegiatan.
Ia menyampaikan, DAK sebagai dana transfer Pemerintah Pusat dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah memiliki efek stimulatif.

RSUD Sulbar Hadirkan Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi Baru, Dirut: Pasien Gangguan Muskuloskeletal akan Secepatnya Tertangani

“Ini (DAK) juga merupakan jenis transfer daerah yang memiliki efek stimulatif tertinggi karena dapat memberikan dampak terhadap total belanja daerah. Dikatakan lebih stimulatif, karena sebagian daripada DAK ini, bagian yang mendukung belanja modal setiap daerah yang bermanfaat terhadap kontribusi pertumbuhan ekonomi daerah.” kata Darwis Damir.

Selain itu, Sekretaris Bapperida Sulbar ini pun mendorong pengusulan DAK yang sesuai dengan kebijakan tertentu dan prioritas nasional, namun tetap menyesuaikan pula dengan isu strategis di daerah masing – masing.

Terima Audiensi Kominfo Majene,Ridwan Sarankan Pelayanan Berbasis Digital dan Terintegrasi

Ia pun menambahkan, tahun ini perumusan DAK tahun ini disusun untuk lima tahun ke depan.
“Pada tahun 2024, selain merumuskan kebijakan DAK untuk tahun 2025, akan menyusun bersama Pemerintah Pusat yaitu Rencana Dana Alokasi Khusus 5 tahunan, yang menjadi bagian di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).” jelasnya.

Terdapat tiga highlight yang disampaikannya berdasarkan kebijakan umum kewilayahan untuk pemanfaatan DAK.
“Khusus untuk Sulawesi sebagai Penunjang Ibu Kota Nusantara, secara kebijakan umum kewilayahan yang kita highlight adalah bagaimana menyelesaikan urbanisasi dan perkotaan, termasuk juga bagaimana juga kita menghighlight usulan dana lokasi khusus ini ke konektivitas, termasuk juga bagaimana menyelesaikan masalah sarana dan prasarana dasar kita.” sebutnya.

KKN hampir 2000 mahasiswa, Unsulbar Jelaskan Urgensi Anggaran Rp.700 juta

Diharapkan setelah hadir dalam kegiatan ini, pengelola DAK yang hadir, baik dari lingkup Provinsi dan Kabupaten se-Sulbar, dapat menyusun desain DAK secara terpadu sehingga menyelesaikan masalah dengan tuntas, serta memperkuat sinergi dengan memanfaatkan sumber pendanaan lainnya.|***

× Advertisement
× Advertisement