BANNIQ.Id, Mamuju — Setelah kepengurusan DPD I Partai Golkar Sulawesi Barat periode 2025–2030 resmi terbentuk, mesin organisasi mulai dipanaskan. Rapat Pleno yang dijadwalkan pada 24 Januari 2026 menjadi agenda perdana, sekaligus penanda awal perjalanan lima tahun ke depan.
Bagi Golkar Sulbar, forum ini bukan sekadar rapat struktural, melainkan ruang menyatukan energi, gagasan, dan semangat kebersamaan pasca lahirnya kepengurusan baru.
Sekretaris DPD I Partai Golkar Sulbar, Usman Suhuriah, menyebut Rapat Pleno ini dirancang sebagai ajang koordinasi dan silaturahmi pertama seluruh pengurus.
Melalui forum tersebut, Golkar Sulbar ingin memastikan bangunan internal partai berdiri kokoh, solid, modern, dan responsif terhadap dinamika serta tantangan masyarakat di semua tingkatan.
“Rapat ini juga akan membahas isu-isu strategis, seperti bagaimana menata ulang pola hubungan yang produktif antara partai dengan pemerintah daerah,” ujar Ketua Komisi III DPRD Sulbar itu.
Lebih dari itu, Rapat Pleno juga menjadi panggung konsolidasi menyeluruh. Agenda penting seperti perencanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) sebagai mandat Musda, dukungan terhadap agenda pembangunan daerah, hingga pembentukan panitia pelaksana akan dibahas.
Tak ketinggalan, pembentukan organisasi sayap Partai Golkar Sulbar AMPG dan KPPG—serta badan dan lembaga partai turut menjadi perhatian, bersama sosialisasi hasil Rapimnas Partai Golkar 2025 dan pembahasan pelaksanaan Musyawarah Daerah di tingkat kabupaten.
Dari ruang rapat inilah, Golkar Sulbar menata langkah, merajut soliditas, dan menyiapkan diri menyongsong pengabdian politik lima tahun ke depan./***








