BANNIQ.Id. Makassar. Mess Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat yang terletak di Jalan Dakota, Makassar, kini kembali menunjukkan wajah barunya.
Rumah transit yang selama ini menjadi sandaran warga Sulbar yang memiliki urusan di Makassar, atau sekadar persinggahan sebelum melanjutkan perjalanan udara maupun laut, perlahan bangkit dari masa stagnasi.
Sebelumnya, mess kebanggaan Pemprov Sulbar ini sempat berada dalam kondisi kurang terawat. Suasana tampak seadanya, pengelolaan belum optimal, dan daya tariknya perlahan memudar.
Namun sejak dilakukan pembenahan pada tahun 2024, perubahan signifikan mulai terasa.
Cat bangunan diperbarui, menghadirkan nuansa lebih cerah dan segar. Kamar mandi kini tampak lebih bersih dan tertata, sementara ruang-ruang di dalam mess ditata ulang agar lebih fungsional. Tak hanya itu, kehadiran musallah menjadi nilai tambah tersendiri, memberikan kenyamanan spiritual bagi para penghuni yang singgah.
Perubahan tersebut membuat warga Sulbar yang memanfaatkan mess ini merasa lebih betah. Suasana yang dulu terasa kaku, kini berubah menjadi lebih ramah dan menenangkan dari sebelumnya.
“Lebih adem dan nyaman dari sebelumnya beberapa item ruangan kini lebih apik dan Pojok musallah juga sudah ada,” ujar Ketua Pengda Jaringan Media Siber Indonesia(JMSI) Sulbar, Abdul Samad yang transit dari Jakarta sehabis mengikuti HPN dan HUT JMSI ke 6 Tahun di Serang Banten, Selasa (10/2/2026).
Samad yang sudah kerap menjadikan Mess Sulbar sebagai rumah transit sebelum melanjutkan perjalanan ke Provinsi Lain ini berharap Biro Umum terus membenahi mess Sulbar, terutama fasilitas makan dan Minum.
” Berharap Biro Umum terus membenahi mess ini salah satunya tempat makan dan ngopi supaya kita tidak keluar lagi mencari makanan,” tandasnya.
Terpisah, Kepala Biro Umum Pemprov Sulbar Ansar Malle,SE menjelaskan bahwa pembenahan mess dilakukan secara bertahap. Prinsipnya sederhana: memastikan setiap warga Sulbar yang datang ke Makassar merasa nyaman dan memiliki tempat singgah yang layak.
Pembenahan ini tak sekadar soal fisik bangunan, tetapi juga upaya mengembalikan fungsi mess sebagai rumah bersama. Tempat singgah yang memberi rasa aman, nyaman, dan kebanggaan bagi warga Sulawesi Barat di tanah rantau.
Laporan : Irham Siriwa








