BANNIQ.Id. Polewali. Menyikapi Insiden pengeroyokan 2 orang satpam yang dilakukan oleh beberapa siswa di SMKN 1 Polewali beberapa hari lalu yang diduga disebabkan karena siswa tidak menerima ditegur oleh Satpam saat kepergok merokok dan memanjat tembok sekolah, Disdikbud Sulbar mempercayakan penanganannya ke Aparat Penegak Hukum (APH) karena kasus ini sudah ditangani Polres Polman.
” Iya kasus tersebut dipicu karena siswa mungkin tidak terima ditegur Satpam saat memanjat tembok sekolah menurut penyampaian Kaseknya itu sudah tiga kali dilakukan, karena saat ini kasusnya sudah ditangani Penegak Hukum kita megikiuti proses sembari mengupayakan mediasi untuk perdamaian kedua belah pihak,” jelas Kabid SMK Hidayat,S.Pd. saat dikonfirmasi via telfon Kamis(14/5/2026).
Upaya damai kedua belah pihak sebut Hidayat sangat diharapkan mengingat pelakunya siswa yang akan terganggu proses belajaranya bila proses hukum berlanjut apalagi siswa masih kategori dibawah umur.
” Kita Sangat berharap ada upaya damai kedua belah pihak, karena bila berlanjut proses Hukumnya dampaknya siswa sebagai pelaku akan terganggu proses belajarnya apalagi siswa itu masih kategori di bawah umur,” pungkas Hidayat.
Terpisah Kasek SMKN 1 Polewali, Mustari menjelaskan upaya perdamian yang akan dilakukan oleh pihak sekolah meskipun kasusnya sudah berproses di APH, hari senin depan rencananya kedua belah pihak akan dipertemukan di mapolres Polman untuk upaya mediasi perdamaian.
” Hari senin depan kedua belah pihak akan bertemu di polres termasuk orang tua siswa untuk mediasi perdamaian, kita berharap kedua belah pihak sepakat berdamai,” Jelas Mustari./***








