BANNIQ.Id. Makasar. Wakil Bupati Polewali Mandar, Hj.Andi Nursami Masdar, membuka Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Angkatan XVII, XVIII, dan XIX Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar dengan pesan tegas namun disampaikan dalam suasana hangat dan penuh humor.
Dalam sambutannya, Wabup terlebih dahulu mencairkan suasana dengan menyapa para peserta yang masih lajang. Dengan nada santai ia menyinggung bahwa sejak dulu, mulai dari masa prajabatan hingga Latsar ASN, selalu saja ada kisah peserta yang pulang membawa pasangan hidup.
“Yang masih lajang silakan angkat tangan. Masih cukup banyak ya. Sekarang saya tanya lagi, yang masih lajang sudah ada yang ketemu jodohnya?” ujarnya disambut tawa peserta.
Ia kemudian berkelakar agar peserta tidak lebih fokus mencari jodoh daripada mencari ilmu selama mengikuti pelatihan. Namun di balik candaan itu, Wabup menyampaikan pesan serius agar para ASN muda mampu membangun keseimbangan dalam kehidupan keluarga dan pekerjaan.
“Kita juga ingin berkontribusi mengurangi pengangguran terbuka. Kalau bisa, cari pasangan di luar ASN supaya ada keseimbangan dalam keluarga dan kegiatan sosial kemasyarakatan seperti PKK juga bisa berjalan lebih optimal,” katanya.
Memasuki inti sambutan, Andi Nursami menegaskan bahwa menjadi ASN bukan sekadar memperoleh pekerjaan, melainkan menerima amanah negara yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Menurutnya, ASN saat ini berada dalam sorotan publik yang semakin kritis. Perkembangan media sosial membuat masyarakat dapat dengan mudah menilai perilaku aparatur negara, bahkan kesalahan kecil sekalipun dapat langsung menjadi perhatian luas.
Ia menyinggung kasus ASN di lingkup Pemprov Sulawesi Barat yang sempat viral karena melakukan siaran langsung TikTok pada jam kerja. Menurutnya, media sosial pada dasarnya bukan sesuatu yang salah, bahkan dapat menjadi sarana edukasi publik, promosi program pemerintah, hingga pelayanan masyarakat. Namun persoalannya terletak pada konteks dan sensitivitas sebagai aparatur negara.
“Ketika dilakukan di jam kerja oleh ASN, lalu dilihat masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang sulit, maka persepsinya menjadi berbeda. Sebagai ASN, ada hal-hal yang mungkin biasa dilakukan profesi lain, tetapi akan dinilai berbeda ketika dilakukan aparat negara,” tegasnya.
Wabup juga mengingatkan bahwa jumlah ASN di Polewali Mandar yang mencapai lebih dari sebelas ribu orang merupakan kekuatan besar daerah yang harus mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat.
“Kalau ASN tidak produktif, tidak berkembang, dan tidak memberi kontribusi, maka lambat laun ASN akan dipandang sebagai beban, bukan sebagai kekuatan pembangunan,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya membangun birokrasi yang adaptif, profesional, melek teknologi, dan mampu bekerja cepat serta tepat. ASN muda diminta tidak terjebak dalam budaya kerja lama yang tidak produktif.
“Kalau birokrasi ingin maju, maka ASN mudanya harus berani berubah,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Andi Nursami juga membagikan pengalamannya yang memulai karier dari bawah sebagai ASN sebelum menjadi Wakil Bupati. Ia mengingatkan bahwa yang membuat seorang ASN dihargai bukan pangkat maupun jabatan, melainkan integritas dan kontribusi nyata.
“Yang membuat ASN dihargai bukan pangkatnya, bukan jabatannya, tetapi integritas dan kontribusinya,” ucapnya.
Ia juga menegaskan bahwa Latsar bukan sekadar formalitas dan aktualisasi bukan hanya tugas untuk lulus. Nilai-nilai yang dipelajari selama pelatihan harus benar-benar diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari.
“Jangan sampai bagus saat seminar, tetapi hilang setelah kembali ke kantor,” pesannya.
Di akhir sambutan, Wabup mengajak seluruh peserta mengikuti seluruh proses pelatihan dengan disiplin, sungguh-sungguh, dan penuh tanggung jawab karena mereka bukan hanya sedang belajar menjadi PNS, tetapi sedang dibentuk menjadi abdi negara.
“Saudara digaji oleh negara, tetapi akan dinilai oleh masyarakat. Maka bekerjalah bukan sekadar hadir, tetapi hadir untuk memberi manfaat,” tutupnya.
Dengan mengucapkan basmalah, Wakil Bupati Polewali Mandar secara resmi membuka Pendidikan dan Pelatihan Dasar CPNS Angkatan XVII, XVIII, dan XIX./***








