BANNIQ.Id. Mamuju. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai memberi dampak signifikan terhadap perputaran ekonomi di Sulawesi Barat. Namun, di balik pertumbuhan tersebut, pemerintah daerah masih menghadapi tantangan karena sebagian besar bahan baku pangan untuk program itu masih didatangkan dari luar daerah.
Hal itu terungkap dalam konsultasi Tim Sekretariat Satgas MBG yang dipimpin Sekretaris Daerah Sulbar, , di ruang kerja Sekda Sulbar, Selasa 19 Mei 2026. Dalam rapat tersebut dibahas kondisi dapur MBG, kesiapan pangan, hingga dampak ekonomi yang mulai dirasakan masyarakat.
Junda menjelaskan, saat ini terdapat 164 dapur MBG di Sulbar. Dari jumlah tersebut, 114 dapur telah aktif beroperasi, sementara 50 lainnya masih dalam proses penyelesaian administrasi dan kelayakan, terutama terkait Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Menurutnya, sejumlah instansi telah melakukan pendampingan terhadap dapur MBG. Dinas Lingkungan Hidup membantu pelayanan IPAL, sedangkan Dinas Kesehatan melalui Labkesda melakukan pemeriksaan kelayakan gizi dan standar kebersihan sebelum dapur dioperasikan.
Di sisi lain, data ekonomi menunjukkan program MBG mulai memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Sulbar. Pada triwulan I 2025, ekonomi Sulbar tumbuh 5,33 persen, dengan sektor penyediaan akomodasi serta makan minum melonjak hingga 33,85 persen.
Junda menyebut sekitar 34 persen pertumbuhan sektor makan minum tersebut dipicu oleh beroperasinya SPPG atau dapur MBG. Meski demikian, peningkatan aktivitas ekonomi itu juga diikuti kenaikan impor bahan pangan dari 2,2 persen menjadi 9,23 persen.
Ia mengungkapkan, sejumlah kebutuhan utama MBG seperti beras premium, telur ayam, dan daging ayam masih banyak dipasok dari luar daerah karena produksi lokal belum mampu memenuhi standar dan kebutuhan program. Padahal, Sulbar sebenarnya surplus beras, namun belum sepenuhnya mampu menyediakan kualitas premium yang dibutuhkan MBG.
Untuk mengurangi ketergantungan tersebut, Pemprov Sulbar mulai menyiapkan skema kontrak farming antara dapur MBG dan pemasok lokal sesuai arahan Gubernur Sulbar, . Pemprov berharap kolaborasi seluruh tim satgas dan pemerintah kabupaten dapat memperkuat pemanfaatan komoditas lokal sehingga manfaat ekonomi program MBG benar-benar dirasakan masyarakat Sulawesi Barat./***








