BANNIQ.Id. Polman. Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar mulai menyalurkan Gaji ke-13 Tahun Anggaran 2026 kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Polman. Kebijakan ini menjadi wujud komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan ASN sekaligus mendorong perputaran ekonomi daerah.
Bupati Polewali Mandar, H. Samsul Mahmud (HSM), mengatakan pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp35.271.162.063 melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Polewali Mandar Tahun Anggaran 2026 untuk pembayaran Gaji ke-13.
Anggaran tersebut diperuntukkan bagi seluruh ASN yang terdiri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di wilayah Kabupaten Polewali Mandar.
Menurut HSM, pembayaran Gaji ke-13 merupakan bentuk perhatian dan penghargaan pemerintah atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian ASN dalam menjalankan tugas pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan kepada masyarakat.
“Pemberian Gaji ke-13 ini merupakan wujud penghargaan atas pengabdian, loyalitas, dan kinerja ASN dalam mendukung tercapainya tujuan pembangunan daerah serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujar HSM.
Selain sebagai bentuk apresiasi, penyaluran Gaji ke-13 juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah. Dana yang diterima ASN diproyeksikan dapat meningkatkan daya beli masyarakat, menggerakkan sektor perdagangan dan jasa, serta menjadi stimulus bagi pertumbuhan ekonomi lokal.
Di sisi lain, Gaji ke-13 juga diharapkan dapat membantu ASN memenuhi berbagai kebutuhan keluarga, khususnya biaya pendidikan anak menjelang tahun ajaran baru.
HSM menegaskan, Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar akan terus menjaga pengelolaan keuangan daerah yang sehat, transparan, dan akuntabel agar berbagai program prioritas, termasuk pemenuhan hak-hak ASN, dapat terlaksana secara optimal.
“Komitmen ini penting untuk memastikan pembangunan daerah berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat yang nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (*)








