BENCANA

Pencarian Hari Kedua Korban Tenggelam di Sungai Mapilli Masih Nihil, Pendekatan Mistis Turut Digunakan

BANNIQ.Id. Polewali Mandar. Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan operasi pencarian terhadap dua korban yang masih dinyatakan hilang akibat peristiwa tenggelam di Sungai Mapilli, Desa Segerang, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, pada Sabtu (6/6).

Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan Mamuju,Asaputra mengatakan, operasi SAR hari kedua dimulai pukul 07.00 WITA dengan melibatkan unsur SAR gabungan yang terdiri dari Tim Rescue Unit Siaga SAR Polewali Mandar, Brimob Polman, Kodim Polman, BPBD Polman, Polsek Mapilli, PSC 119 Polman, Pemadam Kebakaran Polman, Tagana, Inafis Polman, serta masyarakat setempat.

Tiga Bocah Kelas I SD Tenggelam di Sungai Maloso, Satu Sudah Ditemukan dalam Kondisi Meninggal Dunia

Dalam pelaksanaannya, Tim SAR Gabungan membagi area pencarian menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU). SRU pertama melakukan penyisiran menggunakan rubber boat di sisi kiri sungai menuju arah muara sejauh dua kilometer dengan radial 176,89 derajat ke arah selatan dari lokasi kejadian. Sementara itu, SRU kedua melaksanakan penyisiran di sisi kanan sungai menuju arah muara sejauh dua kilometer.

Upaya pencarian dilakukan secara intensif sepanjang hari dengan memaksimalkan penggunaan peralatan SAR yang tersedia, meliputi satu unit rubber boat, satu unit kendaraan operasional D-Max Compartment, peralatan navigasi, peralatan komunikasi, peralatan medis, serta peralatan pendukung lainnya.

Berselang Beberala Jam dari Tragedi Tapango, Pos Damkar Tinambung Gerak Sigap Padamkan Kebakaran di Calo-Calo

Namun hingga operasi SAR hari kedua dihentikan sementara pada pukul 18.00 WITA, kedua korban yang masih dalam pencarian belum berhasil ditemukan.

Diketahui, peristiwa tersebut melibatkan lima orang anak yang tenggelam di Sungai Mapilli. Dua korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat, yakni Fatimah (6) dan Zakia (6). Satu korban atas nama Fausiah Rafifa (6) ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Sementara dua korban lainnya, Humairah (7) dan Dermawan (6), hingga saat ini masih dalam pencarian.

Kebakaran Rumah di Tapango Barat, Tewaskan Kakek Usia 90 Tahun, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta

Kondisi cuaca selama pelaksanaan operasi SAR terpantau cerah sehingga mendukung pelaksanaan pencarian di lapangan.

Tim SAR Gabungan berencana melanjutkan operasi pencarian pada Minggu (7/6/2026) pukul 07.00 WITA dengan memperluas area pencarian di sekitar lokasi kejadian hingga ke arah muara sungai.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mamuju mengimbau masyarakat yang berada di sekitar lokasi kejadian agar segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban guna mempercepat proses pencarian.

Terpisah Kepala Desa Katumbangan,Nuranda Tato yang juga sejak hari pertama juga turut bersama tim melakukan pencarian hingga hari kedua hari ini. Berbagai upaya telah dilakukan untuk menemukan korban, termasuk bantuan Paqbijaga-Bahasa Mandar(Pawang buaya).

Mengingat kepercayaan yang masih dipegang oleh masyarakat Mandar dengan keberadaann Tozdioroanna,(buaya Penjaga Sungai).

” Kami juga sudah meminta bantuan orang pintar, dengan harapan bisa menemukan kedua korban,” jelas Nuranda via pesan Watshaap./***

× Advertisement
× Advertisement