ADVERTORIAL

Dua Dosen Unsulbar Lolos S3 di Perguruan Tinggi Luar Negeri

BANNIQ.Id. Majene.Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) kembali menorehkan capaian membanggakan di bidang pengembangan sumber daya manusia. Dua dosen Unsulbar berhasil meraih beasiswa studi doktoral (S3) ke luar negeri melalui program Beasiswa Kemitraan Indonesia (BKI) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

Kedua dosen tersebut ialah Ir. Rafid Mahful, dosen Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, serta Sriwiyata Ismail Z., M.Sc, dosen Program Studi Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial, Ilmu Politik, dan Hukum.

Unsulbar Ambil Peran Strategis dalam Pengembangan ESDM Sulbar,Perkuat Sinergi dengan Pemprov dan Investor

Keberhasilan ini menjadi bukti komitmen Unsulbar dalam mendorong peningkatan kualitas dosen melalui pendidikan lanjut di perguruan tinggi bereputasi internasional.

Salah satu penerima, Rafid Mahful mengungkapkan bahwa dirinya memperoleh beasiswa melalui skema Beasiswa Kemitraan Indonesia (BKI).

Proses Akreditasi Fikes Unsulbar Laksanakan Assesmen Lapangan

Menurutnya, keberhasilan dalam seleksi beasiswa tidak ditentukan oleh satu aspek saja, melainkan keselarasan seluruh komponen yang dinilai, mulai dari kualitas esai, rekam jejak akademik, hingga performa saat wawancara

“Tidak ada aspek tunggal yang berdiri sendiri. Esai menjadi pintu gerbang awal, sementara publikasi ilmiah menunjukkan kesiapan kita dalam melakukan riset doktoral. Semua tahapan merupakan ruang untuk membuktikan komitmen dan kesiapan diri,” ujarnya.

Gandeng Bank Sulselbar, Dana BLUD Puskesmas di Polman Kini Dikelola Secara Digital

Ia juga tekankan pentingnya persiapan yang matang sejak jauh hari. Menurutnya, calon penerima beasiswa perlu mempelajari pola seleksi tahun-tahun sebelumnya dan aktif berdiskusi dengan para alumni untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai proses yang akan dihadapi

Rafid menjelaskan bahwa proses seleksi yang dijalaninya berlangsung sekitar tiga hingga empat bulan sejak pendaftaran hingga pengumuman akhir. Ia akan melanjutkan studi doktoralnya di TU Dresden, Jerman, yang merupakan bagian dari aliansi TU9, kelompok sembilan universitas teknologi tertua dan paling bergengsi di Jerman

Di sana, ia akan mendalami bidang Sustainable Regional Planning dengan fokus pada Sustainable Mineral Management melalui pendekatan resource nexus. Pilihan tersebut didasarkan pada keinginannya untuk belajar di lingkungan akademik yang memiliki standar riset dan inovasi tinggi sehingga ilmu yang diperoleh dapat diterapkan secara nyata di Indonesia

Persiapan menuju studi doktoral, lanjut Rafid, telah dilakukan secara konsisten selama lebih dari dua tahun. Berbagai program pembinaan yang diselenggarakan kementerian seperti Program Peningkatan Kemampuan Bahasa Inggris (PKBI), Talent Scouting, hingga Pra-Doctoral Course Program menjadi bagian dari proses penguatan kapasitas akademik dan mentalnya

Motivasi terbesarnya melanjutkan studi ke luar negeri adalah untuk menjadi teladan bagi mahasiswa. Ia ingin menunjukkan bahwa kesempatan belajar di luar negeri tidak semata ditentukan oleh kondisi finansial, tetapi oleh kesungguhan dan konsistensi dalam mempersiapkan diri.

“Saya ingin menjadi role model bagi mahasiswa bahwa kuliah ke luar negeri bukan tentang seberapa mapan kondisi finansial, melainkan tentang seberapa keras dan konsisten mempersiapkan diri. Ketika kita memantaskan kualitas diri, jalan akan terbuka,” tuturnya

Setelah menyelesaikan studi, Rafid berkomitmen kembali ke Indonesia untuk berkontribusi dalam bidang perencanaan wilayah berkelanjutan, khususnya dalam mendukung perumusan kebijakan pembangunan yang berorientasi pada ketahanan dan keberlanjutan kawasan.

Ia juga berpesan kepada mahasiswa dan dosen muda yang bercita-cita melanjutkan studi doktoral agar mulai mempersiapkan diri sejak dini

“Jangan menunggu kesempatan datang baru mulai belajar. Persiapkan diri dari sekarang agar ketika kesempatan itu hadir, kita sudah berada dalam kondisi terbaik untuk meraihnya,” pesannya.

Keberhasilan dua dosen Unsulbar meraih beasiswa studi lanjut ke luar negeri ini diharapkan semakin memperkuat kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian di lingkungan kampus serta menjadi inspirasi bagi sivitas akademika untuk terus berprestasi di tingkat nasional maupun internasional./***

× Advertisement
× Advertisement