BANNIQ.Id. Majene. Fakultas Pertanian dan Kehutanan (Fapertahut) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) menggelar Yudisium Periode I Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027 di Aula Laboratorium Terpadu Lantai 1, Rabu (29/7/20226).
Sebanyak 76 mahasiswa resmi dinyatakan lulus pada yudisium tersebut. Mereka terdiri atas 32 lulusan Program Studi Agribisnis, 23 Kehutanan, 14 Agroteknologi, dan tujuh Teknologi Hasil Pertanian.
Kegiatan ini dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Dekan Fapertahut Unsulbar Daud Irundu, S.Hut., M.Hut., Wakil Dekan I, para ketua jurusan, unsur Gugus Penjaminan Mutu, Pusat Karier dan Alumni, dosen, serta civitas akademika Fapertahut Unsulbar.
Dalam sambutannya, Daud Irundu mengajak para lulusan untuk memaknai gelar sarjana sebagai hasil dari perjuangan panjang, bukan sesuatu yang diperoleh secara instan. Menurutnya, perjalanan menempuh pendidikan tinggi penuh dengan tantangan yang membentuk karakter dan kapasitas intelektual mahasiswa.
“Saya yakin dan percaya, tidak ada perjuangan yang mudah untuk menggapai gelar sarjana. Banyak dinamika dan berbagai persoalan yang dihadapi selama menjalani pendidikan di perguruan tinggi,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa ijazah bukan sekadar dokumen akademik ataupun jaminan kesuksesan. Lebih dari itu, ijazah merupakan bukti bahwa seseorang telah melewati proses pembelajaran yang membentuk cara berpikir, bertindak, serta mengambil keputusan secara lebih bijaksana.
“Ijazah bukan jaminan kesuksesan. Namun, ijazah adalah tanda bahwa seseorang pernah melalui proses pendidikan yang mentransformasi kemampuan dalam bertindak, berperilaku, dan menentukan keputusan secara bijak,” katanya.
Daud juga mengingatkan para lulusan agar tidak memandang gelar sarjana hanya sebagai kebanggaan pribadi. Menurutnya, ilmu pengetahuan yang diperoleh selama kuliah harus diwujudkan melalui kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Seorang sarjana harus lebih bijak, lebih tepat, efisien, dan efektif dalam menentukan pilihan serta mengambil keputusan. Itulah nilai penting dari proses pendidikan yang telah dijalani,” tambahnya.
Pada kesempatan itu, Daud menjelaskan bahwa tidak seluruh peserta yudisium dapat mengikuti wisuda periode Agustus 2026 karena keterbatasan kapasitas gedung. Meski demikian, pihak fakultas terus berkoordinasi dengan pimpinan universitas agar pelaksanaan wisuda dapat berjalan dengan baik.
Mengakhiri sambutannya, Daud menyampaikan ucapan selamat kepada para peserta yudisium melalui sebuah pantun.
“Jalan ke kampus membawa berkas, mampir dulu membeli es teh. Hari ini resmi yudisium, selamat wisuda tinggal selangkah lagi.”
Yudisium ini menjadi penanda berakhirnya masa akademik para mahasiswa di Fakultas Pertanian dan Kehutanan Unsulbar sebelum mengikuti prosesi wisuda serta memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi./***.











