BANNIQ.Id. Jakarta. Dampak El Nino yang menyebabkan ratusan hektare lahan persawahan di Kabupaten Polewali Mandar (Polman) mengalami kekeringan mendapat perhatian serius pemerintah daerah.
Sebagai langkah tanggap, Bupati Polman H. Samsul Mahmud didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Jumadil menemui Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman di Kementerian Pertanian, Senin (24/8/2026).
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Polman memastikan persoalan yang dihadapi petani di tengah musim kering mendapat penanganan konkret dari pemerintah pusat.
Di hadapan Mentan Amran Sulaiman, Samsul Mahmud menyampaikan kondisi riil lahan persawahan di Polman yang terdampak El Nino. Ia menjelaskan, luas sawah baku di Kabupaten Polman mencapai 16.916 hektare.
Dari luasan tersebut, sekitar 1.379 hektare terdampak kekeringan, dengan tingkat kerusakan masing-masing 230 hektare kategori ringan, 230 hektare kategori sedang, dan 760 hektare kategori berat.
Selain persoalan kekeringan, Samsul juga memaparkan kondisi infrastruktur pertanian yang menjadi penopang produksi pangan di daerah tersebut.
Jaringan tersier sepanjang 16.916 kilometer, misalnya, sekitar 25 persen dalam kondisi baik, sementara 75 persen masih membutuhkan perhatian. Begitu pula jalan usaha tani sepanjang sekitar 100 kilometer, dengan sekitar 30 persen dalam kondisi baik dan 70 persen lainnya masih perlu mendapat pembenahan.
“Izin pak mentri melaporkan kondisi riil persawahan kami yang terdampak El Nino dan mengalami kekeringan. Tentu harapan kami Kementerian Pertanian dapat membantu memberikan solusi berupa bantuan pompa untuk mengatasi kekeringan tersebut,” ujar Samsul.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk hadir di tengah petani, mendengarkan kebutuhan mereka sekaligus menghadirkan solusi nyata. Ketersediaan air menjadi sangat penting agar lahan pertanian tetap produktif, petani tetap dapat berproduksi, dan ketahanan pangan daerah tetap terjaga.
Permintaan itu mendapat respons positif dari Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Ia memastikan pemerintah pusat akan segera menindaklanjuti kondisi kekeringan yang melanda sejumlah areal persawahan di Polman.
“Kita akan berikan bantuan pompa untuk mengatasi areal persawahan yang mengalami kekeringan,” kata Amran.
Bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi solusi cepat bagi petani yang saat ini berhadapan dengan keterbatasan air. Di tengah ancaman musim kering, kehadiran pemerintah menjadi sangat berarti untuk menjaga keberlanjutan produksi pertanian sekaligus melindungi penghidupan masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari sektor pangan.
Bagi Pemerintah Kabupaten Polman, langkah menemui pemerintah pusat bukan sekadar menyampaikan laporan, tetapi bagian dari ikhtiar memastikan setiap persoalan petani mendapat perhatian dan jalan keluar./md.











