Agar Festival Kota Tua Majene Tetap Bernilai Historis di Tengah Pandemi, Panitia Gelar Pameran Foto Tua Secara Virtual

Hits: 71

koleksi Foto Tua tentang situasi Majene 100 tahun silam yang dipamerkan di Museum Mandar Majene dan dapat dinikmati secara virtual(photo:Ridwan)

BANNIQ.Id.MAJENE — Salah satu kegiatan unggulan di Festival Kota Tua Majene adalah pameran foto tua tentang Majene yang dilakukan secara virtual. Pengunjung yang berada di luar kota Majene bisa ‘datang’ ke lokasi pameran dan menyaksikan foto-foto yang dipamerkan dengan menggunakan gawai telepon genggam atau komputer.

“Di masa pandemi ini, kami meningkatkan penggunaaan teknologi termasuk di Festival Kota Tua ini. Nonton dari rumah saja. Nah salah satu yang kami lakukan adalah menvirtualkan pameran foto tua tentang Majene yang dikumpulkan oleh saudara Muhammad Ridwan Alimuddin,” jelas Kadispar Sulbar,Farid Wajdi,Via gawainya Selasa(3/8/2021).

Tentang koleksi Photo tersebut sebut Farid, Lebih 20 foto pilihan kami pamerkan secara fisik di Museum Mandar Majene sejak beberapa hari lalu.

“Yang tidak bisa datang dan untuk meminimalkan berkumpulnya orang, kami virtualkan. Jadi bisa nonton 24 jam di mana saja. Sensasinya hampir sama, orang lihat foto, baca keterangan foto dan bisa eksplor lokasi. Pasalnya, bukan hanya pameran foto yang kami virtualkan, tapi lokasinya juga, Museum Mandar. Serta situs-situs yang berkaitan sejarah Majene sebagai kota,” lugas Farid Wajdi.

Terpisah Peneliti dan penulis sejarah bahari Mandar Ridwan Alimuddin mendeskripsikan, Foto-foto yang ditampilkan cukup menarik dan unik. Diantaranya memperlihatkan suasana Majene 100 tahun silam. Bagaimana suasana tempat yang dikenal dengan nama Taman Kota Majene, bagaimana dulu itu kampung Binanga, muara Sungai Majene, Rumah Sakit Majene di awal-awal berdirinya, dan lain-lain.

“Saya sudah lama dan banyak mengumpulkan foto-foto tua tentang Mandar. Sewaktu pihak Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Barat meminta saya menuliskan buku tentang sejarah kota Majene, itu kesempatan bagi saya untuk menyatukan foto-foto tua tentang Majene ke dalam satu media buku. Nah dengan Festival Kota Tua, foto-foto itu ditampilkan untuk masyarakat umum. Agar jangkauan lebih luas dan merespon era pandemi Covid-19, pameran juga divirtualkan,” terang kolumnis buku Sejarah bahari Mandar ini.

Selain mengoleksi foto-foto tua, Jelas Ridwan Alimuddin, Ia juga melakukan pendokumentasian terkini tentang Majene dan situs-situsnya dengan menggunakan kamera 360.

“Dengan teknik terkini dalam pendokumentasian dan teknologi informasi, hasil-hasil dokumentasi itu bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Barat juga kami virtualkan. Jadi pengunjung tinggal klik dan geser-geser di hp kalau mau melihat-lihat beberapa situs bersejarah di Majene, seperti museum, bekas stasiun radio, bekas rumah pejabat Belanda, makam raja-raja Banggae di Ondongan dan di Salabose, dan makam Eropa,” tandasnya.

Bagi masyarakat yang ingin menikmati photo-photo tua tersebut di rumah saja dapat mengakses link dan klik https://kuula.co/post/N52d2/collection/7kYmD.|asd

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *