BANNIQ.Id. Jakarta. Anggota DPR RI dari Fraksi PDIP dan Dapil Sulbar, Agus Ambo Djiwa, menghadiri Rapat Paripurna ke-19 DPR RI yang berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Presiden Prabowo Subianto menghadiri langsung Rapat Paripurna ini untuk menyampaikan pidato Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027.
“Rapat Paripurna pada hari ini sangat spesial, karena dihadiri secara langsung ole Presiden Republik Indonesia,” kata Ketua DPR RI Puan Maharani, saat membuka rapat paripurna.
Menurut Puan, KEM-PPKF 2027 menjadi rancangan awal penyusunan APBN 2027 yang memuat arah kebijakan ekonomi makro dan arah kebijakan anggaran pemerintah. Hal ini juga dinilai strategis karena mengantisipasi berbagai risiko ekonomi global maupun dalam negeri.
Selain itu, kehadiran langsung Prabowo dalam penyampaian KEM-PPKF juga menjadi momentum penting dan strategis untuk menegaskan bahwa rancang bangun APBN 2027 diarahkan agar memberikan manfaat nyata sebesar-besarnya bagi masyarakat.
Sebagai informasi, rapat paripurna DPR RI hari ini dihadiri oleh oleh 451 anggota dari seluruh fraksi yang ada di DPR RI.
Agenda pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR RI berfokus pada penyampaian KEM-PPKF sebagai dasar penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2027.
Dalam pidato tersebut, Presiden dijadwalkan menjelaskan arah kebijakan ekonomi pemerintah untuk tahun mendatang.
Kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam rapat paripurna tersebut menjadi perhatian khusus karena untuk pertama kalinya seorang Presiden RI menyampaikan langsung pidato mengenai KEM-PPKF di hadapan DPR.
Agus Ambo Djiwa memberikan apresiasi atas kehadiran langsung Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR RI yang berlangsung pada Rabu hari ini.
Ia menilai, kehadiran Presiden merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam membangun komunikasi politik dan ekonomi yang kuat bersama parlemen.
“Agenda KEM-PPKF selama ini umumnya diwakili oleh Menteri Keuangan, sehingga kehadiran langsung kepala negara menjadi perhatian tersendiri bagi kami seluruh anggota dewan,” ujar mantan Bupati Pasangkayu dua periode ini.
Menurut Agus, langkah Presiden Prabowo menunjukkan komitmen pemerintah dalam memastikan arah kebijakan ekonomi nasional disampaikan secara terbuka dan langsung kepada publik melalui forum resmi DPR RI.
Ia menilai pidato Presiden tidak hanya menjadi bagian dari mekanisme konstitusional, tetapi juga memperlihatkan kesungguhan pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tantangan global yang terus berkembang.
“Kehadiran Presiden juga bisa dianggap untuk memperkuat sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam pembahasan RAPBN 2027,” katanya.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya penguatan fondasi ekonomi nasional melalui kebijakan fiskal yang adaptif, produktif, dan berpihak pada kepentingan rakyat.
Pemerintah disebut akan fokus pada peningkatan ketahanan pangan dan energi, pembangunan infrastruktur strategis, penguatan sektor pendidikan dan kesehatan, serta percepatan investasi yang mampu menciptakan lapangan kerja.
Selain itu, arah kebijakan fiskal tahun 2027 juga diarahkan untuk menjaga daya beli masyarakat dan memperkuat transformasi ekonomi menuju Indonesia maju.
Agus Ambo Djiwa berharap, sinergi yang terbangun antara pemerintah dan DPR RI dapat menghasilkan kebijakan fiskal yang efektif, tepat sasaran, dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan./***








