LHS: Merajut Ukhwah Wujudkan Moderasi Beragama

Hits: 6

BANNIQ.Id.Majene . Stain Majene mengadakan acara halal bihalal mengusung tema ” Merajut ukhuwah membangun moderasi ” melalui zoom virtual. Kamis, 27/5/21. Bertempat di kampus Stain Majene dan dari kantor masing-masing. Bertindak sebagai pembawa hikmah Halal Bi Halal mantan Menag RI Lukman Hakim Saifuddin biasa disingkat LHS mengurai sisi kenusantaraan yang dikandung dalam prinsip utama halal BI halal aspek sejarah pemaknaan dalam memelihara ukhuwah Islamiah, berbarengan dengan hadis Nabi, bagian akhir diurai panjang lebar prinsip moderasi Beragama. Yang prinsipnya yaitu mendorong semua penganut agama untuk berperilaku moderat yang diajarkan Al-Qur’an. Intinya semangat beragama harus dibarengi dengan pemahaman agama yang sesuai, yaitu menghargai perbedaan, dan menafikan akan munculnya keseragaman paham.

Ketua stain Majene Prof. Washilah membuka acara dengan sambutan yaitu perlunya memelihara ukhuwah, baik secara kelembagaan maupun individual. Yang sebelumnya di awali dengan laporan ketua panitia Dr. Bahruddin, M.Ag mendorong seluruh elemen berkontribusi untuk menjadi agen moderasi beragama di Sulawesi Barat.
testimoni kedua oleh bupati Majene yang diwakili ibu Asisten 1 menyatakan bahwa keberadaan Stain Majene bagi pemerintah daerah adalah suatu berkah, mampu meningkatkan kesejahteraan daerah dan masyarakat. Selanjutnya Ibu Nadlah BF menguraikan bahwa ukhuwah mutlak diperlukan baik untuk internal Stain maupun dengan stevolder termasuk Pemda.

Sementara ketua DPRD kabupaten Majene ibu Salma Mengawali testimoni dengan mengusung ukhuwah sesama masyarakat Majene. Majene harus dibangun dengan kebersamaan dan kerjasama, diakhir testimoni ibu Salma mendorong Stain bisa lebih Maju setara dengan PT yang besar. Bahkan ketua legislatif itu siap mengawal segala usulan Stain untuk kemajuan perguruan tinggi yang label agama.

Ka.Kanwil kemenag Sulbar Agama Dr. H. M. Muflih B Fattah memulai testimoni dengan sikap optimis kementerian agama khususnya wilayah Sulbar dalam membangun moderasi beragama di setiap daerah. Bahkan dicontohkan bahwa Sulbar sebagai persentase Indonesia karena memiliki banyak suku, dan semua agama. dan sebagai penutup testimoni ketua MUI provinsi Sulbar K.H. Napis Djuaeni mendorong moderasi agama menjadi pion bagi masyarakat.

Bahkan dikatakan NU secara konsep punya 4 pilar moderasi yang dibangun. Tema moderasi bertujuan untuk membangun sinergitas dengan semua elemen yang ada di kementerian agama, sehingga moment ini dengan menghadirkan elemen kementerian agama baik di pusat dan daerah serta seluruh Madrasah, pondok pesantren bahkan garda terdepan yaitu KUA kecamatan yang punya penyuluh di setiap pelosok bisa menjadi pejuang moderasi, dan halal bihalal Stain Majene ini menjadi awal tonggak perjuangan moderasi beragama yang dibangun dengan sinergitas diantara elemen masyarakat, termasuk pemerintah daerah. ( Lan/Bhr )
.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *