BANNIQ.Id. Jakarta. Di tengah meningkatnya tuntutan global terhadap praktik bisnis berkelanjutan, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau Bank Negara Indonesia (BNI) kembali menunjukkan konsistensinya dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Tak hanya mempertahankan kinerja positif, BNI juga memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong transisi energi menuju target net zero emission Indonesia.
Wakil Direktur Utama BNI, Alexandra Askandar, menegaskan bahwa perseroan terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan laba dan tanggung jawab sosial maupun lingkungan. Menurutnya, strategi bisnis berkelanjutan yang dijalankan perusahaan telah menjadi fondasi penting dalam menciptakan nilai tambah bagi masyarakat, pemegang saham, dan perekonomian nasional.
“Salah satu pencapaian penting BNI pada 2025 adalah keberhasilan mempertahankan MSCI ESG Rating pada level A serta meningkatkan skor penilaian dari Sustainalytics.
Hal ini menunjukkan tata kelola perusahaan yang semakin transparan, akuntabel, dan adaptif terhadap tantangan keberlanjutan global,” ujar Alexandra, Selasa (2/6/2026).
Capaian tersebut semakin memperkuat posisi BNI sebagai salah satu bank nasional yang konsisten mengintegrasikan prinsip ESG ke dalam strategi bisnis inti. Di tengah meningkatnya perhatian investor global terhadap isu keberlanjutan, pengakuan internasional itu menjadi modal penting dalam menjaga kepercayaan pasar terhadap prospek jangka panjang perusahaan.
Komitmen keberlanjutan BNI juga tercermin dalam efisiensi operasional. Sepanjang 2025, perseroan berhasil mencatat penghematan energi sebesar 559.194 Giga Joule (GJ).
Penghematan itu didorong oleh penerapan standar Green Building, percepatan digitalisasi layanan, serta pengurangan penggunaan kertas melalui transformasi proses bisnis berbasis teknologi.
Langkah tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam menekan emisi karbon nasional dan mempercepat pembangunan ekonomi rendah karbon. Digitalisasi yang dijalankan BNI dinilai tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga berkontribusi nyata terhadap pengurangan jejak karbon perusahaan.
Di sektor pembiayaan, BNI terus memperluas portofolio hijau (green portfolio) melalui penyaluran kredit ke berbagai sektor berkelanjutan. Pembiayaan untuk energi terbarukan, pengelolaan sumber daya alam hayati, bangunan hijau, hingga transportasi ramah lingkungan menunjukkan pertumbuhan yang positif sepanjang tahun lalu.
Ekspansi pembiayaan hijau tersebut menjadi bagian dari kontribusi aktif BNI dalam mendukung agenda dekarbonisasi nasional sekaligus mendorong transformasi dunia usaha menuju model bisnis yang lebih berkelanjutan. Selain mendukung target lingkungan, langkah ini juga membuka peluang ekonomi baru yang lebih inklusif dan memiliki daya tahan tinggi terhadap berbagai tantangan global.
Meski dihadapkan pada ketidakpastian ekonomi dunia, kinerja BNI tetap menunjukkan ketahanan yang kuat. Perseroan terus menciptakan nilai ekonomi bagi para pemangku kepentingan, termasuk menjaga pembagian dividen secara optimal. Kondisi ini menegaskan bahwa penerapan prinsip ESG bukanlah beban bagi perusahaan, melainkan strategi jangka panjang yang mampu memperkuat daya saing dan ketahanan bisnis.
Ke depan, BNI berkomitmen memperkuat perannya dalam membangun ekosistem ekonomi hijau nasional melalui pengembangan kapasitas sumber daya manusia di bidang ESG, inovasi digital berkelanjutan, serta kolaborasi lintas sektor yang lebih luas.
Dengan kombinasi kinerja keuangan yang solid dan komitmen kuat terhadap keberlanjutan, BNI menunjukkan bahwa pertumbuhan bisnis dan kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan beriringan demi menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi Indonesia./***








