BANNIQ.Id. Jakarta. Kabupaten Majene kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat pengembangan pendidikan tinggi di Provinsi Sulawesi Barat.
Setelah hadirnya sejumlah institusi pendidikan dan pelatihan strategis, Pemerintah Kabupaten Majene kini mendorong percepatan pendirian Politeknik Negeri yang diharapkan dapat memperkuat ekosistem pendidikan tinggi di daerah tersebut.
Keberadaan Politeknik Negeri nantinya akan melengkapi berbagai institusi yang telah lebih dahulu beroperasi di Majene, di antaranya Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP), Universitas Terbuka (UT), serta Sekolah Kepolisian Negara (SPN) Polda Sulawesi Barat.
Sebagai bentuk keseriusan dalam mewujudkan rencana tersebut, Bupati Majene Dr. H. Andi Achmad Syukri, S.E., M.M., didampingi Wakil Bupati Dr. Hj. A. Rita Mariani, M.Si., bersama Forum Profesor Sulawesi Barat melakukan audiensi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Rabu (3/6/2026).
Rombongan Forum Profesor Sulbar terdiri atas sejumlah akademisi dari berbagai disiplin ilmu dan perguruan tinggi terkemuka, antara lain Prof. Muhammad Amri, Ph.D.(Guru besar FEB Unhas) Prof. Dr. Masjaya, M.Si. (mantan Rektor Universitas Mulawarman), Prof. Dr. Muhammad Natsir, S.E., M.Si., Prof. Dr. Madris, DPS., M.Si., Prof. Dr. Mursyid, M.Ag., Prof. Dr. Aco Wahyu, S.K.M., M.Kes., serta Prof. Dr. Ummi Salma, S.K.M., M.K.M.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati yang akrab disapa AST menyampaikan berbagai langkah persiapan yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Majene untuk mendukung pendirian Politeknik Negeri. Ia juga mengapresiasi dukungan penuh dari Forum Profesor Sulbar yang turut mengawal proses tersebut.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Kemendiktisaintek yang telah menerima dan memberikan ruang diskusi terkait rencana pendirian Politeknik Negeri di Majene. Terima kasih pula kepada Forum Profesor Sulbar yang telah memberikan dukungan dan pendampingan sehingga upaya ini dapat berjalan dengan baik,” ujar AST.
Menurutnya, pemerintah daerah telah menyiapkan lahan yang akan digunakan sebagai lokasi pembangunan kampus. Pada tahap awal, penyelenggaraan pendidikan direncanakan dilakukan melalui skema pembinaan atau kerja sama dengan perguruan tinggi negeri yang telah memiliki pengalaman dan kapasitas akademik.
“Lahan telah kami siapkan. Untuk tahap awal, penyelenggaraan program studi dapat dilakukan melalui kerja sama dengan perguruan tinggi negeri pembina. Seiring terpenuhinya seluruh persyaratan akademik, kelembagaan, dan sarana-prasarana, Politeknik Negeri Majene diharapkan dapat berdiri secara mandiri sebagai perguruan tinggi negeri,” jelasnya.
Pendirian Politeknik Negeri ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan akses pendidikan vokasi, menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dan kompetitif, serta mendukung kebutuhan dunia usaha dan dunia industri di Sulawesi Barat./***








