Hari Pers Nasional dan 77 Tahun Persatuan Wartawan Indonesia

Hits: 63

Samad Almandary(photo:Ist)

Hari Pers Nasional dan 77 Tahun Persatuan Wartawan Indonesia

  Oleh : Samad Almandary

Momentum Hari Pers Nasional (HPN) yang tahun ini akan kembali diperingati pada tanggal 9 Februari 2023 yang dipusatkan di Kota Medan Sumatera Utara dan Agendanya akan dihadiri Presiden Republik Indonesia Ir Joko Widodo.

Bertitik tolak dari sejarah penentuan tanggal HPN yang bertepatan dengan berdirinya Organisasi Profesi Wartawan Tertua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Surakarta pada tanggal 9 Februari 1946 dengan ketua Pertama Sumanang Suryowinoto, dan sekertaris Sudardjo Tjokrosisworo.

Kelahiran PWI di tengah kancah perjuangan Mempertahankan kedaulatan Republik Indonesia yang telah tercetuskan melalui Proklamasi Kemerdekaaan RI pada tanggal 17 Agustus 1945, dari ancaman kembalinya penjajahan , melambangkan kebersamaaan dan kesatuan wartawan Indonesia dalam semangat patriotiknya untuk membela kedaulatan, kehormatan dan integritas bangsa dan Negara. Bahkan dengan lahirnya organisasi PWI kala itu, wartawan Indonesia semakin teguh dalam menampilkan dirinya sebagai ujung tombak perjuangan nasional yang bukan saja dilakukan secara informal yang terukir di ujung pena mereka, melalui berita maupun pemikiran, namun mereka juga turut berjuang secara formal dalam menentang kembalinya Kolonialisme di Indonesia.

Tanggal berdirinya organisasi PWI ini kemudian menjadi dasar pemerintah Republik Indonesia di era Presiden Soeharto untuk menerbitkan Surat Keputusan Presiden (Kepres) nomor 5 Tahun 1985 sebagai payung hukum peringatan HPN yang puncaknya jatuh pada tanggal 9 Februari setiap tahun dengan berbagai rangkaian kegiatan seprti Seminar, kegiatan baksos, dan pemberian penghargaan Adinegoro atas prestasi para jurnalis dalam menghasilkan karya jurnalistik terbaiknya.

Dalam spektrum yang lebih jauh, memaknai HPN pada konteks kekinian tentu paradigmanya berbeda pada masa perjuangan mempertahankan kedaulatan RI, karena sekarang tak ada lagi penjajahan dalam bentuk formal oleh Negara lain, namun yang menjadi tanggung jawab insan jurnalis saat ini bagaimna mendukung dan terus memperjuangkan Kebebasan Pers berdasarkan Undang-undang Nomor 40 Tahun 199 tentang Pers. Meskipun fakta yang dihadapi oleh pewarta Indonesia kerap masih diperhadapkan pada kondisi-kondisi yang mengarah pada pembungkaman kebebasan Pers. Masih banyak jurnalis yang harus berurusan dengan APH karena masyarakat yang belum paham tentang esensi persoalan penyelesaian sengketa Pers yang diatur dalam UU Nomor 40 tahun 1999 sebagai aturan yang bersifat Lex Specialis Derogat Legi Generali, mengesampingkan aturan-aturan umum berdasarkan aturan-aturan yang bersifat special(khusus).

Selain itu kondisi rill yang tengah dihadapi Jurnalis Indonesia terhadap upaya pembungkaman kebebasan Pers, yakni terbitnya UU KUHP yang saat ini masih dalam proses Yudicial Reviuw, tentunya harapan insan jurnalis jangan dengan terbitnya UU ini juga akan turut membugkan kebebasan Pers melalui kriminalisasi terhadap wartawan, karena beberapa pasal UU tersebut terdapat pasal krusial yang mengancam Kebebasan Pers. Semuan insan Pers Indonesia, baik secara Individual maupun melalui Organisasi Profesi wartawan yang didukung sepenuhnya oleh dewan Pers tentu harus berjuang untuk memastikan tidak adanya kriminalisasi terhadap wartawan, wartawan membutuhkan Saffety dan perlindungan saat melaksanakan tugasnya dalam mengawasi , melakukan kritik, koreksi dan memberikan saran-saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan human interest untuk mencegah terjadinya penyalah gunaan kekuasaan.

Pada puncak peringatan HPN tahun ini, tentu gelora semangat kebebasan Pers harus kembali jadi catatan penting, terutama dukungan pemerintah terhadap revisi UU KUHP melalui Yudicial Reviuw, Semoga.! (penulis, Anggota PWI Sulbar, Pemegang Kartu Sertifikasi Wartawan Utama Dari Dewan Pers)

Banniq dot ID || Beritanya Tajam Setajam Sembilu © 2023

error:

This website uses cookies to provide you with the best browsing experience.

Accept
Decline