ADVERTORIAL
Beranda » Hearing Dialog di Landi, Jayadi Sebut Puspa Siap Fasilitasi Kaum Perempuan Kembangkan Industri Rumahan

Hearing Dialog di Landi, Jayadi Sebut Puspa Siap Fasilitasi Kaum Perempuan Kembangkan Industri Rumahan

Anggota DPRD Sulbar H.Muh.Jayadi,S.Ag.MH saat hearing dialog di Lingkungan Landi, dipandu zekdrtaris Puspa Sulbar, Fadli,SH,MH(photo:Banniq.id)

BANNIQ.Id.Mamuju. Anggota DPRD Sulbar partai Nasdem H.Muh.Jayadi,S.Ag.MH yang juga ketua Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak(Puspa) menggelar Hearing Dilaog di Lingkungan Landi Kelurahan Rangas diikuti puluhan kaum perempuan dan penduduk landi yang terdiri dari berbagai profesi.

Melalui arahannya, Muh.Jayadi mengatakan sebagai ketua Puspa Sulbar dirinya akan terus mendorong partisipasi kaum perempuan juga akan melakukan pengawasan terhadap kemungkinan kekerasan terhadap kaum perempuan.

Kagama Jembatani Kerjasama Strategis UGM dengan Pemprov Sulbar

” Selaku ketua Puspa kami akan terus mendorong partisipasi dan pemberdayaan kaum perempuan, selain itu dengan lahirnya UU TPKS pihak Puspa juga akan mengupayakan membentuk Badan bantuan hukum untuk melindungi dan mendampingi kaum perempuan bila terjadi tindak pidana kekerasan seksual,” ujar jayadi.

Untuk pemberdayaan kaum perempuan, jayadi juga menyatakan kesiapannya untuk menfasilitasi kaum perempuan dalam mengembangkan unit usaha sebagai penopang ekonomi keluarga.

Tutup Konsolidasi Fraksi PDIP, Megawati Tegaskan Peran Partainya Sebagai Penyeimbang Pemerintah

” Puspa juga siap menfasilitasi bila mana ada kaum perempuan yang ingin mengembangkan potensi usaha, sebagai penopang ekonomi keluarga,” imbuhnya.

Merespon hal tersebut salah satu peserta dialog, Bulkis berharap Puspa Sulbar dapat membantu permodalan untuk pengelolaan industri rumahan dari bahan yang melimpah di Sulbar seperti Kelapa.

Baru Terima SK PPPK PW, Damkar Polman Langsung Turun Evakuasi Truk Berbobot 8 Ton yang Terguling di Manding

” Kita sama tahu bahwa potensi yang dimiliki Sulbar salah satunya kelapa, nah kenapa kita tidak mencoba memanfaatkan potensi ini, misalnya pengelolaan air kelapa menjadi minuman kemasan yang bernilai ekonomis,” harap Bulkis.|***

× Advertisement
× Advertisement