ADVERTORIAL

Hearing Dialog di Landi, Jayadi Sebut Puspa Siap Fasilitasi Kaum Perempuan Kembangkan Industri Rumahan

Anggota DPRD Sulbar H.Muh.Jayadi,S.Ag.MH saat hearing dialog di Lingkungan Landi, dipandu zekdrtaris Puspa Sulbar, Fadli,SH,MH(photo:Banniq.id)

BANNIQ.Id.Mamuju. Anggota DPRD Sulbar partai Nasdem H.Muh.Jayadi,S.Ag.MH yang juga ketua Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak(Puspa) menggelar Hearing Dilaog di Lingkungan Landi Kelurahan Rangas diikuti puluhan kaum perempuan dan penduduk landi yang terdiri dari berbagai profesi.

Melalui arahannya, Muh.Jayadi mengatakan sebagai ketua Puspa Sulbar dirinya akan terus mendorong partisipasi kaum perempuan juga akan melakukan pengawasan terhadap kemungkinan kekerasan terhadap kaum perempuan.

Kunker Spesifik ke Pasuruan Bersama Komisi IV, Agus Ambo Djiwa : Swasembada Susu Tak Cukup Tambah Sapi, Pakan dan Harga Ternak Harus Diperkuat

” Selaku ketua Puspa kami akan terus mendorong partisipasi dan pemberdayaan kaum perempuan, selain itu dengan lahirnya UU TPKS pihak Puspa juga akan mengupayakan membentuk Badan bantuan hukum untuk melindungi dan mendampingi kaum perempuan bila terjadi tindak pidana kekerasan seksual,” ujar jayadi.

Untuk pemberdayaan kaum perempuan, jayadi juga menyatakan kesiapannya untuk menfasilitasi kaum perempuan dalam mengembangkan unit usaha sebagai penopang ekonomi keluarga.

Akhiri Etafe di Polewali, Bupati Polman Tutup Rangkaian Sandeq Silumba 2026

” Puspa juga siap menfasilitasi bila mana ada kaum perempuan yang ingin mengembangkan potensi usaha, sebagai penopang ekonomi keluarga,” imbuhnya.

Merespon hal tersebut salah satu peserta dialog, Bulkis berharap Puspa Sulbar dapat membantu permodalan untuk pengelolaan industri rumahan dari bahan yang melimpah di Sulbar seperti Kelapa.

Mandarpreneur Fair 2026 Dorong UMKM Sulbar Naik Kelas dari Penguatan Kapasitas Hingga Akses Pasar dan Pembiayaan

” Kita sama tahu bahwa potensi yang dimiliki Sulbar salah satunya kelapa, nah kenapa kita tidak mencoba memanfaatkan potensi ini, misalnya pengelolaan air kelapa menjadi minuman kemasan yang bernilai ekonomis,” harap Bulkis.|***

× Advertisement
× Advertisement