ADVERTORIAL

Isu Adanya Perjadin yang Diduga Fiktif oleh Oknum Kadis di Pemkab Majene, Kadiskominfopers Sampaikan Klarifikasi

BANNIQ.Id. Majene. Merebaknya issu Dugaan adanya oknum Kadis di Lingkup Pemkab Majene yang menggunakan biaya perjalanan dinas fiktif dibantah oleh Kadis Kominfopers Majene,Andri Nugraha.

Dalam keterangan persnya kepada sejumlah wartawan selasa, 11 Maret 2025 Andri Nugraha menjelaskan dugaan penyunatan biaya perjalanan dinas serta biaya perjalanan yang diduga fiktif sama sekali tidak benar dan mendasar.

RSUD Sulbar Hadirkan Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi Baru, Dirut: Pasien Gangguan Muskuloskeletal akan Secepatnya Tertangani

”Isu penyalahgunaan anggaran perjalanan dinas ditengarai fiktif sama sekali tidak benar,” jelas Andri.

Ditambahkan, informasi dugaan perjalanan fiktif dan penyunatan perjalanan dinas seperti diberitakan sejumlah media adalah keliru dan tidak benar.

Terima Audiensi Kominfo Majene,Ridwan Sarankan Pelayanan Berbasis Digital dan Terintegrasi

“Kami memiliki dokumen sampai dokumentasi lengkap terkait perjalanan dinas disangkahkan fiktif itu,” ungkap Andri.

Dijelaskan selain itu dokumen perjalanan dinas diduga fiktif itu juga sedang dalam pemeriksaan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Sulbar

KKN hampir 2000 mahasiswa, Unsulbar Jelaskan Urgensi Anggaran Rp.700 juta

Sebelumnya, ramai diberitakan sejumlah media, salah satu oknum kadis di Kabupaten Majene diduga melakukan perjalanan dinas fiktif dan dana Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) ikut disunat.

Dugaan perjalanan fiktif ini ke beberapa daerah seperti ke Mamuju, Bone, Wajo, Parepare, dan Makassar mencuat kepermukaan hingga beritanya menjadi viral./***

× Advertisement
× Advertisement