BANNIQ.Id. Mamasa – Ketua Pemuda Partai Bulan Bintang (PBB) Sulawesi Barat Muhammad Namri mengecam keras tindakan seorang oknum wartawan yang memberikan amplop berisi uang Rp 50.000 kepada Bupati Mamasa.
Aksi tersebut dinilai tidak pantas dan berpotensi mencederai kehormatan profesi jurnalistik.
Dalam keterangannya kepada media, ia mempertanyakan maksud di balik tindakan tersebut.
Menurutnya, jika pun hal itu dimaksudkan sebagai bentuk protes atau sindiran, cara tersebut tetap tidak layak dilakukan oleh seseorang yang berstatus sebagai wartawan.
“Apakah ini bentuk protes atau ada maksud lain, tentu perlu dijelaskan secara terbuka. Namun tindakan seperti ini tidak layak dilakukan oleh seseorang yang notabene menyandang predikat wartawan,” ujarnya.
Ia menilai tindakan tersebut juga menunjukkan ketidakmampuan oknum wartawan tersebut dalam menempatkan pejabat publik secara proporsional dalam konteks etika dan tata krama.
“Seharusnya seorang wartawan memahami etika dan mampu menempatkan Bupati sebagai orang nomor satu di Kabupaten Mamasa. Tindakan seperti ini tidak hanya tidak pantas, tetapi juga berpotensi menimbulkan persepsi buruk di tengah masyarakat,” tegasnya.
Ketua Pemuda PBB Sulbar menambahkan bahwa peristiwa tersebut sangat disayangkan karena dapat mencoreng nama baik profesi wartawan yang selama ini bekerja secara profesional dan berpegang pada kode etik jurnalistik.
“Ini betul-betul mencederai profesi jurnalistik. Jangan sampai ulah segelintir oknum merusak kepercayaan publik terhadap insan pers yang selama ini bekerja secara profesional”.
Ia pun berharap organisasi pers serta pihak terkait dapat memberikan perhatian terhadap kejadian ini dan melakukan pembinaan agar kejadian serupa tidak kembali terulang,
“Evaluasi dari Organisasi Kewartawanan harus melihat ini sebagai hal yg serius ada Dewan Kehormatan PWI dan Majelis Etik IJS tergantung organisasi mana oknum tersebut bernaung” pungkasnya./ri








