BANNIQ.Id, Mamuju. — Kiprah Universitas Tomakaka (Unika) Mamuju dalam mengemban misi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Sulawesi Barat terus menunjukkan konsistensi.

Berangkat dari cikal bakal Sekolah Tinggi Ilmu Politik dan Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian di bawah naungan Yayasan Tanratupattanabali Mamuju, institusi ini bertransformasi menjadi universitas dan terus berbenah demi menghadirkan layanan pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan daerah.
Menutup akhir tahun 2025, Unika Mamuju kembali mencatatkan tonggak penting dalam perjalanan akademiknya.
Universitas ini secara resmi memperluas jangkauan pendidikan tingkat lanjut dengan membuka dua program studi baru jenjang magister (S2), yakni Magister Ilmu Hukum dan Magister Ilmu Pertanian. Kehadiran dua prodi ini menjadi angin segar bagi dunia pendidikan tinggi di Sulawesi Barat.
Pembukaan program magister tersebut bukan tanpa pertimbangan matang. Ketua yayasan Tomakaka Group H.Ahmad Taufan, mengungkapkan bahwa terdapat dua indikator utama yang melatarbelakangi keputusan strategis ini.
Pertama, capaian akreditasi program strata satu (S1). Program Studi Ilmu Hukum dan Ilmu Pertanian sebelumnya telah meraih predikat akreditasi “Baik Sekali”, sebuah pencapaian yang menjadi fondasi kuat secara administratif maupun kualitas akademik untuk naik ke jenjang pascasarjana.
Kedua, kebutuhan riil daerah. Berdasarkan hasil survei internal kampus, Sulawesi Barat masih kekurangan tenaga ahli di bidang hukum dan pertanian pada level magister. Kebutuhan ini sejalan dengan agenda pembangunan daerah, khususnya dalam penguatan sektor hukum, tata kelola pemerintahan, serta ketahanan dan kemandirian pangan.
Meski baru dibuka, antusiasme masyarakat terhadap kedua program magister ini terbilang sangat tinggi. Namun demikian, pihak universitas menegaskan bahwa kualitas pembelajaran tetap menjadi prioritas utama.
“Karena kami sangat memperhatikan rasio dosen dan mahasiswa, maka jumlah penerimaan harus dibatasi. Untuk pendaftaran perdana ini, masing-masing program studi hanya menerima 40 mahasiswa. Totalnya 80 mahasiswa untuk dua prodi S2,” jelas Ahmad Taufan saat diwawancarai Banniq.Id. Selasa(30/12/25).
Pembukaan program magister ini juga bukan titik akhir dari peta jalan pengembangan Universitas Tomakaka. Ke depan, manajemen kampus telah menyiapkan langkah lanjutan yang terukur dan berkelanjutan.
Target berikutnya adalah proses akreditasi kedua program magister tersebut yang direncanakan pada akhir tahun 2026. Keberhasilan akreditasi S2 nantinya akan menjadi prasyarat utama bagi Unika Mamuju untuk melangkah ke jenjang yang lebih tinggi, yakni membuka program doktoral (S3).
“Ini adalah langkah konkret kami untuk memajukan pendidikan tinggi di Sulawesi Barat. Harapan kami, seluruh proses berjalan lancar sehingga cita-cita membuka program strata tiga dapat segera terwujud,” pungkasnya.
Laporan : Irham Siriwa






