BANNIQ.Id. Polewali Mandar — Seorang bayi berusia tiga bulan di Desa Baru, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar, terpaksa mengonsumsi susu formula yang dicampur air sumur keruh akibat keterbatasan ekonomi dan minimnya akses air bersih.
Bayi bernama Annisa itu kini diasuh oleh sang nenek setelah ibunya meninggal dunia. Dalam kondisi serba terbatas, keluarga terpaksa menggunakan air sumur berwarna kecokelatan untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk membuat susu bayi.
Kondisi tersebut mendapat perhatian Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Salim S. Mengga. Melalui tim dan relawan, ia menyalurkan bantuan berupa susu bayi, air mineral, serta kebutuhan pokok lainnya pada Minggu (18/1/2026).
“Ini bukan sekadar bantuan, tetapi soal kemanusiaan. Tidak boleh ada bayi yang bertahan hidup dengan kondisi seperti ini,” tegas Salim S. Mengga.
Sejumlah relawan berperan menyampaikan informasi kondisi Annisa kepada pemerintah provinsi. Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti sehingga bantuan dapat segera disalurkan.
Selain itu, Dinas Sosial Kabupaten Polewali Mandar turut melakukan pendataan dan asesmen guna memastikan keluarga Annisa mendapatkan pendampingan dan bantuan berkelanjutan.
Pemerintah Provinsi Sulbar menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti persoalan akses air bersih di wilayah tersebut serta memantau kondisi kesehatan Annisa secara berkelanjutan.
“Masalah air bersih tidak boleh dibiarkan. Tidak boleh ada lagi anak yang meminum susu dari air keruh,” tutup Wagub Sulbar./***








