
BANNIQ.Id. Sulbar. Badan Pengurus Daerah (BPD) Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional (Gapensi) Provinsi Sulbar, hari ini Selasa,31 Januari melaksanakan Musyawarah Daerah(Musda) yang ke IV dihadiri oleh Sekjen BPP Gapensi Andi Rukman N Karumpa mewakili Ketua Umum yang berhalangan hadir karena sakit.

Andi Rukman kepada Awak media usai pembukaan Musda yang diselenggarakan di Hotel Grand Maleo Hotel Mamuju ini menyampaikan, melalui Musda IV BPD Gapensi Sulbar diharapkan kepada pengurus terpilih untuk lebih berperan dalam mengembangkan usaha jasa konstruksi di Sulbar, lebih khusus lagi Sulbar sebagai penyangga IKN.
” Melalui Musda ini, saya titipkan harapan siapapun yang terpilih jadi ketua hendaknya lebih aktif mendorong teman-teman pelaku usaha jasa konstruksi untuk mengembangkan potensi yang dimiliki Sulbar, khususnya bahan material sebagai rantai pasok pembangunan IKN,” jelasnya.

Andi Rukman menilai potensi bahan material seperti pasir, baru gajah yang dimiliki oleh Sulbar kualitasnya jauh lebih bagus daripada daerah lain yang juga dekat IKN seperti Sulsel dan Sulteng.
” Saya melihat bahan material yang dimiliki Sulbar seperti pasir dan batu gajah jauh lebih bagus kualitasnya dari pada daerah penghasil lainnya seperti Sulsel dan Sulteng,” tandasnya
Selain potensi bahan material, Sulbar juga memiliki potensi tambang dan perkebunan seperti kelapa sawit, yang juga menjadi bahagian dari upaya mendorong pelaku usaha Jasa Konstruksi untuk mengembangkan potensi tersebut
” Sulbar ini juga kaya dengan potensi tambang dan perkebunan seperti sawit, kepada pelaku jasa konstruksi kita berharap untuk mengembangkan potensi ini, promosikan kepada investor agar datang berinvestasi di Sulbar, selain itu mengingat jalur ini juga nanti menjadi lintasan jalur kereta api, terbuka kesempatan mengembangkan usaha seperti toko swalayan, dan usaha lainnya untuk menopang siklus perekonomian dengan adanya pengembangan usaha,” bebernya.
Kemudian kepada para anggota Gapensi sesuai usaha yang digeluti di bidang konstruksi, Dia akan berupaya memperjuangkan untuk memberdayakan kontraktor lokal untuk mendapatkan pekerjaan dengan nilai tertentu dengan regulasi yang dapat diusulkan ke Pemerintah.
” Ke depan juga kita akan berupaya mendorong adanya regulasi yang menjadi acuan untuk teman-teman kontraktor lokal untuk lebih mudah mendapatkan pekerjaan dengan nilai tertentu misalnya Rp 500 juta, ataupun Rp.1 Miliar dengan tanpa ditender seperti di Papua, ini bisa dibuatkan Perpu atau apapun regulasinya nanti demi pemberdayaan kontraktor lokal,” pungkasnya.
Di tempat yang sama, Ketua Gapensi Sulbar yaang akan demisioner, Rombu Rasyid berharap dengan terpilihnya kepengurusan Baru BPD Gapensi Sulbar, fungsi organisasi dapat dilaksnakan dengan baik, seperti pembenahan internal keanggotaan dan penguatan kerjasama dengan stakeholder untuk memberdayakan anggota Gapensi Sulbar.
” Kita berharap kepada pengurus baru siapapun yang terpilih jadi ketua, agar dapat melaksanakan fungsi organisasi yakni pembinaan internal anggota dan penguatan kemitraan dengan stake holder sebagai upaya memberdayakan anggota mendapatkan pekerjaan konstruksi, selain itu saya juga berharap pengurus yang baru akan jauh lebih baik dari pengurus lama meskipun tantangannya berbeda dari 5 tahun lalu,” pungkasnya.|***






