Pemkab dan BI Saling Dukung Penggunaan QRIS Secara Luas

Hits: 25

BANNIQ.Id.Mamuju. Penggunaan QR Code Transanksi Non tunai yang dibuat oleh BI bersama Asosiasi Sistim Pembayaran Indonesia(ASPI) terus digalakkan penggunaannya. Seperti halnya hari ini,Kamis(9/7/2020) BI Kantor Perwakilan Provinsi Sulbar menggelar kegiatan Bincang Media terkait implementasi Penggunaan QRIS, dihadiri Bupati Mamuju,Drs.H.Habsi Wahid,MM, Kepala BI Perwakilan Sulbar Budi Sudaryono dan jajaran serta puluhan wartawan cetak, elektronik dan daring.

Dalam paparannya, Habsi Wahid menegaskan , Didorong oleh perkembangan teknologi telah merubah paradigma masyarakat dalam bertransaksi yang tidak lagi melulu dengan transaksi secara tunai namun transaksi digital dalam kanal pembayaran non tunai.

Seperti halnya QR code transaksi non Tunai yang dibuat oleh BI yang memiliki manfaat yag besar bagi masyarakat dan Pemerintah. Dia menyebut kehadiran Response QRIS dapat mendorong Peningkatan PAD dan membekap pengelolaan keuangan daerah secara akuntabel dan transparan.

Apalagi kata Habsi, di tengah situasi Pandemi Covid 19 yang masih melanda negeri ini termasuk di Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat. Dengan kehadiran Qris, dapat menjadi solusi transaksi dimana jarak untuk protokol kesehatan sangat dibatasi.

Dengan Covid 19 saat ini pula, sebut Habsi berdampak pada PAD yang menurun, namun dirinya berharap dengan kehadiran Qris dapat mendorong meningkatnya kembali PAD. ” Kita sadari bahwa karena adanya Pandemi Covid 19 yang masih melanda negeri kita termasuk di Kabupaten Mamuju, PAD kita menurun namun dengan kehadiran Qris ini kita berharap dapat kembali mendorong meningkatnya kembali PAD kita di masa yang akan datang,” Harapnya.

Penggunaan Transaksi Non tunai seperti Qris, kata Habsi akan terus meningkat di masa yang akan datang mengingat bonus demografi Indonesia dimana separohnya adalah penduduk milinial yang menjadi pangsa pasar yang potensial di masa yang akan datang.

” Harapannya ke depan dengan adanya bonus demografi dimana separuh penduduk Indonesia adalah kaum milenial maka upaya percepatan dalam perluasan elektronifikasi dapat dilakukan secara optimal,” Lugasnya.

Guna mendukung Qris tersebut Pemerintah Kabupaten Mamuju mendorong Elektronifikasi Transaksi Pemerintah(ETP).

Untuk itu sambung Habsi, Pemerintah Kabupaten Mamuju bekerjasama dengan Kpw bank Indonesia Sulawesi barat dan bank Sulselbar menyediakan 9 QRIS untuk pembayaran pajak dan retribusi, yang pertama BPHTB, pajak hiburan,pajak hotel, pajak minerba, pajak parkir, pajak reklame, pajak restoran,PBB P2, retribusi pasar.

“Kabupaten Mamuju menjadi daerah pertama di Sulawesi Barat yang memiliki QRIS untuk pembayaran pajak dan retribusi,” Ucapnya.

Masih Habsi, QRIS sebagai kanal pembayaran pajak dan retribusi di Kabupaten Mamuju, tidak hanya memberikan kenyamanan wajib pungut pajak ketika membayar,namun dapat meningkatkan pendapatan PAD, dan mewujudkan akuntabilitas, dan transparansi pengelolaan keuangan daerah.

” Saya mengajak seluruh masyarakat Mamuju untuk mendukung dan menggunakan implementasi transaksi secara digital dengan memanfaatkan QRIS sebagai kanal pembayaran,” Pungkasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Perwakilan BI Sulbar Budi Sudaryono, juga menyampaikan optimismenya ke depan dengan penggunaan Qris akan terus meningkat, mengingat faktor Demografi Indonesia yang sangat potensial. Budi mengatakan, dari 265 juta penduduk Indonesia, 65 % dari itu adalah penduduk umur milenial.

” Penggunaan transaksi non tunai seperti Qris akan terus berkembang, mengingat kondisi Demografi Indonesia yang 65% dari 265 juta penduduk adalah penduduk milenial yang akrab dengan teknologi informasi transaksi non tunai,” Ungkapnya.

Meskipun dengan kondisi saat ini pertumbuhan ekonomi Indonesia merosot drastis akibat Pandemi Covid 19, yang hanya mampu tumbuh hingga 0.9 %,namun pada tahun 2021 akan kembali Normal dan akan tumbuh dari 5 hingga 6%.

Dengan sentuhan teknologi informasi kata Budi, seperti Qris akan jauh lebih mendorong pertumbuhan ekonomi, dibanding dengan sistim pembayaran yang tidak disentuh oleh teknologi Informasi.

Di Sulbar lanjut Budi, penggunaan Qris sudah mulai digunakan oleh Pemerintah dan masyarakat, terutama untuk ritel., bidang kesehatan dan Sistim Pembayaran pajak dan retribusi oleh Pemerintah.

” Mengingat penggunaannya yang mudah sambutan masyarakat Sulbar terhadap Qris cukup baik, dan untuk pemerintah Kabupaten Mamuju telah menggunakan 9 Qris untuk Pajak dan retrubusi, tentu kita akan terus mendorong agar Qris semakin banyak digunakan oleh masyarakat untuk transaksi non tunai,” Pungkasnya.|asd

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *