ADVERTORIAL

Prabowo : Sensus Ekonomi 2026 Sangat Penting, Isi Data dengan Jujur


BANNIQ.Id. Jakarta. Presiden Prabowo Subianto meminta seluruh masyarakat Indonesia berpartisipasi dalam Sensus Ekonomi 2026 dengan memberikan data secara jujur kepada petugas Badan Pusat Statistik (BPS).

Prabowo menegaskan, data yang dikumpulkan dalam sensus ekonomi tidak akan digunakan pemerintah untuk mengejar kekayaan atau pendapatan pribadi masyarakat.

Bupati Majene Turun Langsung Salurkan Bantuan, Pemerintah Hadir Dampingi Korban Bencana Puting Beliung di Malunda

Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam pidato kenegaraan saat menyampaikan Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan pada Sidang Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR Tahun Sidang 2026-2027 di Kompleks Parlemen RI, Jakarta, Jumat (15/8/2026).

“Sensus ekonomi yang sekarang dijalankan sampai akhir bulan Agustus 2026, yang dilakukan oleh 251.000 petugas sensus bekerja di seluruh desa-desa kita perlu kita pastikan berhasil,” kata Prabowo.

Program Pelita Sulbar, Pemprov Ajak Perusahaan Swasta Penuhi Listrik Gratis Bagi Warga Miskin

Ia meminta masyarakat mengisi data sensus dengan sebenar-benarnya sekaligus mengajak warga lainnya untuk ikut berpartisipasi.
“Data yang dikumpulkan BPS dari sensus ekonomi tidak akan digunakan untuk mengejar kekayaan atau pendapatan pribadi yang dilaporkan,” tegasnya.

Menurut Prabowo, data hasil sensus ekonomi justru sangat penting bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan dan anggaran negara secara lebih tepat.

adve 1

“Data dari sensus ekonomi akan digunakan untuk kita bisa lebih tepat menyusun anggaran,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pembaruan data ekonomi diperlukan untuk mengalkulasi Produk Domestik Bruto (PDB), yang selanjutnya menjadi salah satu dasar dalam mengelola rasio defisit belanja negara secara lebih baik.


Prabowo mencontohkan dalam RAPBN 2027, pemerintah mengasumsikan PDB Indonesia mencapai Rp27.987 triliun. Dengan kebutuhan pembiayaan sebesar Rp671,2 triliun, defisit APBN diproyeksikan sebesar 2,04 persen terhadap PDB.

Namun, apabila nilai PDB berdasarkan data terbaru ternyata lebih besar, maka rasio defisit terhadap PDB juga menjadi lebih kecil.
Selain untuk kepentingan perencanaan fiskal, Prabowo mengatakan hasil Sensus Ekonomi 2026 juga akan mendukung pembaruan data tunggal sosial dan ekonomi nasional.

“Karena itu sensus ekonomi ini sangat penting,” kata Prabowo.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menegaskan bahwa disiplin fiskal tidak berhenti setelah anggaran negara disahkan. Menurut dia, disiplin fiskal harus diterapkan hingga tahap pelaksanaan dan memastikan setiap rupiah yang dibelanjakan negara digunakan secara tepat./***

× Advertisement
× Advertisement