ADVERTORIAL

Puluhan Sapi Rusak Tanaman, Petani Jagung di Korongana Mamuju Merugi Karena Gagal Panen

BANNIQ.Id. Mamuju. Kecewa dan sedih dirasakan Halik, seorang petani di Korongana, Jalan Abd Malik Pattana Endeng Mamuju, setelah lahan jagungnya yang telah siap panen akhirnya gagal karena dimakan puluhan ekor sapi.

Berbalut Keakraban, Gubernur SDK dan Kepala BKN Prof. Zudan Duduk Semeja,Kenang Masa Pengabdian di Sulbar

Insiden ini terjadi pada Senin (28/4/2025) ini di kebun milik Halik mengakibatkan kerugian yang diperkirakan mencapai jutaan rupiah.

Halik menuturkan, sekitar 2.000 pohon jagung yang telah memasuki masa panen, yang rencananya akan dilakukan dalam waktu lima hari mendatang, rata dengan tanah akibat serangan sekitar sepuluh ekor sapi.

Hadiri Kegiatan Penanaman Padi di Desa Indo Makkombong, Bupati Polman Coba Langsung Alat Rice Transplanter

“Sebanyak dua ribu saya tanam dan maumi ku panen lima hari ke depan, tapi batal karena habis dimakan sapinya orang,” ujar Halik sedih.

Ditambahkan Halik, kejadian serupa bukan kali pertama dialaminya. Sebelumnya, tanaman jagung dan nilam yang ia tanam juga berulang kali menjadi santapan hewan ternak yang tidak diketahui pemiliknya.

Pemkab Majene Bergerak, Jemput Solusi Perpanjangan Kontrak PPPK di Jakarta

“Banyak kalimi masuk ini sapi, namakan jagung dan nahabisi dan kerugianku jutaan rupiah,” keluhnya.

Akibat kejadian berulang ini, Halik mengalami kerugian yang signifikan dan terancam gagal memanen hasil jerih payahnya. Ia berharap besar agar para pemilik ternak lebih bertanggung jawab dalam menjaga hewan peliharaan mereka, sehingga tidak lagi merugikan petani dengan membiarkan ternaknya berkeliaran bebas dan merusak lahan pertanian warga.

“Saya harap pemilik ternak bisa lebih menjaga hewannya dengan baik, jangan dibiarkan berkeliaran sampai masuk ke kebun orang,” tegas Halik.

Selain itu, Halik juga menyampaikan harapannya kepada pemerintah setempat untuk segera mengambil tindakan tegas dalam menertibkan hewan ternak yang berkeliaran di wilayah perkotaan dan masuk ke area perkebunan warga.

Menurutnya, kejadian ini tidak hanya merugikan dirinya sendiri, tetapi juga berpotensi dialami oleh petani lainnya jika tidak ada upaya penertiban yang serius dari pihak terkait.

pewarta:irham,editor:asdar

× Advertisement
× Advertisement