BANNIQ.Id. Mamuju. Sebagai SLTA pavorit di Kabupaten Mamuju, Sekolah Menengah Atas (SMA) 1 Mamuju terus meningkatkan manajemen dan peningkatan kualitas Guru dan siswa yang parameternya dapat dilihat dari keberhasilan siswa yang lolos mengikuti Seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri balik melalui sistim Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi(SNBP) maupun Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).
Untuk tahun 2026 ini Proses Seleksi SNBT sudah selesai dan untuk SMAN 1 Mamuju terdapat puluhan siswanya yang lolos jalur ini di beberapa PTN di Indonesia bahkan ada yang lolos di Universitas Airlangga Surabaya.
” Alhamdulillah puluhan siswa kami tahun ini kembali lolos melalui jalur SNBP di beberapa PTN baik di Unsulbar,Unhas dan PTN di Jawa salah satunya di Unair Surabaya,” jelas Kasek SMAN 1 Mamuju, Hj.Halima,S.Pd.M.Pd.,Senin (13/4/26).
Untuk Seleksi SNBP tahun ini sebut Halima lebih objektif dan proporsional karena selain nilai E rapor juga ada Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang semakin meminimalisir adanya kemungkinan manipulasi data.
” Sistim SNBP tahun ini lebih proporsional karena kita sandingkan nilai TKA dengan nilai E Rapor sehingga makin meminimalisir terjadinya manipulasi data untuk kelulusan,” tandasnya.
Dia menambahkan, untuk peluang lolos yang lebih besar di tahun yang akan datang dalam seleksi masuk PTN baik SNBP maupun SNBT, Halima menyarankan agar para siswa untuk memilih PTN di Sulbar karena Passing Grade PTN diluar baik seperti Unhas maupun di Jawa lebih tinggi.
” Saya sering sampaikan ke Wali kelas masing-masing untuk mengedukasi siswa agar memilih kuliah di Sulbar, mengingat passing grade kelulusan lebih rendah dibandingkan Misalnya Unhas di atas 80 poin, sebaiknya juga untuk pilihan pertama Unsulbar dan kedua PTN lain, malah lebih banyak mereka pilihan pertama PTN luar dan kedua Unsulbar,” jelasnya.
Selain itu kata dia, bila Kuliah di Sulbar sisi ekonomisnya lebih rendah karena tidak ada lagi biaya kos, transportasi dan biaya hidup.
Apalagi dengan kondisi sekarang dimana pemerintah semakin memberi akses dan dukungan yang luas kepada masyarakat untuk lanjut pendidikan ke tingkat perkuliahan.
” Sekarang pemerintah makin banyak pembuka akses bantuan untuk pendidikan melalui beasiswa untuk pembayaran UKT, seperti di Poltekes Mamuju, pengelolanya menyampaikan ada kuota 40 beasiswa tapi hanya 25 yang terisi, kenapa peluang seperti ini tdak dimanfaatkan, dari pada kuliah ke Makasar di PTS mending di Poltekes yang merupakan PTN Binaan Kemenkes,” pungkasnya./asd







