ADVERTORIAL

Mahasiswa KKN Unsulbar Lestarikan Apotik Hidup di Desa Pasiang Matakali

BANNIQ.Id. Polman.Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) Gelombang XXVI melaksanakan program kerja Pelestarian Apotek Hidup di Desa Pasiang, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar, Kamis (22/1/2026).

RSUD Sulbar Hadirkan Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi Baru, Dirut: Pasien Gangguan Muskuloskeletal akan Secepatnya Tertangani

Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) melalui pengelolaan pekarangan rumah berbasis apotek hidup.

Koordinator Desa KKN Pasiang, Budiman (Akutansi, 2022), menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung kesehatan dan pelestarian lingkungan masyarakat desa.

Terima Audiensi Kominfo Majene,Ridwan Sarankan Pelayanan Berbasis Digital dan Terintegrasi

“Melalui program pelestarian apotek hidup ini, kami mengajak masyarakat untuk kembali memanfaatkan tanaman obat yang ada di sekitar rumah sebagai alternatif pengobatan sederhana, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” jelas Budiman saat dihubungi Unsulbar News melalui WhatsApp, Rabu (20/1/2026).

Selain melakukan penanaman dan perawatan tanaman obat, mahasiswa KKN juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai jenis-jenis TOGA serta cara pengolahan dan pemanfaatannya untuk kebutuhan kesehatan sehari-hari.

KKN hampir 2000 mahasiswa, Unsulbar Jelaskan Urgensi Anggaran Rp.700 juta

Baca juga: Digitalisasi Desa: Mahasiswa KKN Luncurkan Peta Lokasi Online, Akses Desa Lebih Cepat

Sementara itu, Humas KKN Desa Pasiang, Rahmat Hidayat, mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi angkatan 2022, berharap program tersebut dapat berkelanjutan meskipun masa KKN telah berakhir.

“Kami berharap program ini tidak hanya berjalan selama masa KKN, tetapi juga dapat terus dikembangkan oleh masyarakat Desa Pasiang ke depannya,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Unsulbar berharap mampu menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya pemanfaatan TOGA serta mendorong kemandirian kesehatan berbasis potensi lokal desa./***

× Advertisement
× Advertisement