Putus Mata Rantai Covid 19, Kanwil Kemenag Sosialisasi Keliling Kota

Hits: 14

BANNIQ.Id.Mamuju. Mengantisipasi dan memutus rantai penyebaran virus Corona atau COVID-19, Kanwil Kemenag Sulbarmelalui Bidang Bimas Islam melakukan sosialisasi dengan mengililingi Kota Mamuju menggunakan roda empat . Rabu, 1 April 2020.

Kepala Bidang Bimas Islam, Dr. Misbahuddin, M.Ag bersama para Rombongan, menyampaikan melalui sosialisasi keliling COVID-19 ini, tim anggota Kasi Penerangan Agama Islam dan Sistem Informasi Drs. H. Sukri Mondang, Kasi Kepenghuluan dan Bina Keluarga Sakinah Dr. H. Juraeri Tahir, M.Ag., Kasi Bina Kantor Urusan Agama H. Syamsumarlin, Lc. mengimbau dan menyerukan, sebagai berikut ;

Sehubungan dengan situasi dan kondisi perkembangan penyebaran Virus Corona 2019 baik Nasional maupun Provinsi Sulawesi Barat.

Kami dari Tim peduli Corona Virus Desease 2019 (Covid 19) Bidang Bimbingan Masyarakat Islam Kanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Barat , dengan menyampaikan kepada segenap warga mamuju, Provinsi Sulawesi Barat yang kami muliakan :

  1. Bahwa Fatwa MUI Nomor 14 tahun 2020 tentang penyelenggaraan Ibadah dalam situasi mewabahnya Covid 19 sudah dirumuskan sesuai dengan kaidah kaidah istimbahth hukum dalam syariat Islam, baik dalam kajian nushuhs, maupun dalil dalilnya muqoshid syar`iyyah.
  2. Mengajak kepada masyarakat khususnya umat islam untuk membaca fatwa MUI secara cermat dan utuh supaya tidak terjadi kesalahpahaman.
  3. Menghimbau kepada masyarakat dan kepada segenap pengurus masjid se Sulawesi Barat, khususnya Kota Mamuju untuk menjaga kebersihan Masjid, menyediakan alat-alat kebersihan seperti disinfektan, hand sanitizer dan lainnya serta menggulung tikar atau karpet. Begitu pula menjaga kebersihan diri dengan memperbanyak wudhu secara sempurna, khususnya saat mencuci tangan agar mengguakan sabun dengan cara yang sempurna, berkumur kumur, membersihkan hidung, hal ini disamping merupakan kesunnahan dalam Islam, jua mencegah dari penularan virus dan berbagai penyakit lainnya.
  4. Mengajak kepada seluruh warga masyarakat khususnya umat Islam untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT agar terhindar dari musibah ini dengan memperbanyak taubat, memohon ampun kepada Allah SWT, meninggalkan perilaku zhalim, memperbanyak sedekah, meninggalkan permusuhan. Hal ini karena adanya wabah ini Corona ini bisa jadi merupakan peringatan dari Allah SWT agar umat lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.
  5. Sehubungan dengan pelaksanaan ibadah dan keagamaan maka disampaikan.
    a. Pelaksanaan Shalat Jumat ditiadakan untuk sementara waktu dan diganti dengan shalat zhuhur, begituoula shalat rawatib dilaksanakan di rumah masing-masing sampai keadaan normal dan terkendali lagi.
    b. Pelaksanaan pengajian umum, tabliqh, majelis taklim, peringatan hari-hari besar islam ditiadakan sementara karena menghadirkan perkumpulan orang yang berpotensi mempercepat penyebaran COVID-19.
    c. Takmir mesjid dihimbau untuk tetap mengumandangkan adzan sebagai tanda masuknya waktu shalat serta menambah kalimat yang mudah dipahami setelah adzan berupa ajakan kepada umat islam agar melaksanakan shalat di rumahnya masing-masing.
    d. Untuk sementara waktu , pelaksanaan perkawinan dibatasi pada pelaksanaan akad nikah saja.resepsi ditunda dan tidak diperkenangkan selama masa penyebaran Covid-19 . akad nikah dilaksanakan diruang terbuka atau dalam ruangan yang terventilasi sehat, jumlah orang yang hadir dalam proses akad nikah, tidak boleh lebih dari 10 orang dan seluruhnya menggunakan sarung tangan dan masker, kemudian harus mencuci tangan sebelum memasuki ruangan baik bagi catin, wali nikah petugas dan anggota keluarga yang ikut menghadiri.
    e. Mempraktekkan physical distancing, dengan tidak bersalaman, mengikuti etika batuk/bersin di tempat umum, menjaga jarak minimal 1 meter baik dalam shalat maupun berbicara.
  6. Menghimbau kepada masyarkat untuk tetap tenang, menjaga persatuan, serta menyerahkan penanganan wabah virus corona 19 secara tekhnis kepada pemerintah sehingga masyarkat tidak terpapar berita hoax.
  7. Agar tidak mengunjungi tempat-tempat keramaian seperti mall, café, tempat-tampat hiburan.
  8. Kepada para Da`I ustad muballigh agar menjadi teladan dan aktif meberikan pencerahan spiritual kepada masyarakat.

Demikian himbauan ini semoga Allah SWT. Segera mengangkat penyakit ini dari daerah kita dari wilayah Provinsi Sulawesi Barat, dari Negara tercinta Indonesia dan seluruh dunia secara umum. ( fad/erw/lan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.