Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Program, Gubernur Berharap Marasa Jadi Program Lintas OPD

Hits: 52

Kepala Dinas PMD Pemprov Sulbar,M.Jaun saat menyampaikan Presentase Program Marasa(Photo:repro)

BANNIQ.Id.Polewali. Program Mandiri cerdas dan sehat (Marasa) merupakan Program pemberdayaan masyarakat desa yang menjadi program unggulan Pemprov Sulbar yang tertuang dalam RPJMD Provinsi Sulbar 2017-2022. program ini telah dijalankan sejak tahun 2019.

Guna mengsingkronisasikan program Marasa untuk tahun anggaran 2021, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Sulbar, menggelar kegiatan Rapat Kordinasi dan Singkronisasi Program Marasa tahun 2021 dengan tema program mandiri cerdasa dan Sehat (Marasa) mengusung semangat perencanaan dan pemberdayaan masyarakat di Desa dan Keluruhan berbasis data dan tematik menuju masyarakat Sulbar maju dan Malaqbiq, Selasa 23 Maret 2021 di Hotel Ratih Polewali. Kegiantan ini dihadiri Gubernur Sulbar HM Alibaal Masdar, Sekprov,Muh.Idris DP, Rektor Unsulbar Akhsan Djalaluddin, dan beberapa kepala OPD Lingkup Pemprov Sulbar.

Gubernur Sulbar Drs.HM Alibaal Masdar(ABM) melalui sambutannya mengatakan, program Marasa merupakan program strategik Pemprov Sulbar tahun 2017-2021 sebagai salah satu upaya Pemprov untuk melepas predikat daerah tertinggal.

Gubernur,HM Alibaal Masdar,Sekprov Sulbar Muh.Idris DP dan Rektor Unsulbar saat mengikuti Pembukaan Rakor dan Sinkronisasi program Marasa 2021(photo:repro)

Pelaksanaan Rakor dan Sinkronisasi sebut ABM diharapkan dapat menjadi wadah diskusi untuk merumuskan poin-poin terhadap apa yang telah dijalankan selama ini.

” Saya berharap melalui rakor ini dapat menjadi ajnag diskusi bagi kita semua termasuk.para fasilitator untuk merumuskan poin-poin penting terhadap apa yang telah dilaksanakan, apa yang masih kurang dan apa-apa saja yang perlu kita perbaiki agar program ini betul-betul marasa dalam.artian bisa mewujudkan perubahan yang lebih baik untuk kepentingan masyarakat desa,” ujarnya.

Agar program marasa dapat lebih terpadu dan menyeluruh sebut ABM, ia berharap program tersebut dapat dijalankan oleh semua dinas bukan hanya di dinas PMD.

” Saya berharap program marasa ini tidak hanya dijalankan oleh Dinas PMD saja, tetapi OPD lain yang bisa menjadi program yang terintegrasi sesuai tugas fungsi dan kewenangan masing-masing,” tandasnya.

di tempat yang sama, Kadis PMD M.Jaun menyampaikan bahwa program Marasa merupakan upaya Pemprov Sulbar dalam meningkatkan efektivitas perencanaan desa dan sebagai strategi percepatan perubahan status desa tertinggal dan sangat tertinggal menjadi maju,mandiri.

ketua panitia Rakor dan Sinkronisasi Program Marasa Tahun 2021,M.Sofyan saat menyampaikan laporan pelaksanaan Program Rakor(photo:repro)

Dari aspek pelaksanaannya sambung Jaun, program marasa telah mengintervensi ratusan desa sejak tahun 2019.

” Program marasa ini telah mengintervensi 72 desa di tahun 2019 dari 575 desa kemudian pada tahun 2020 sebanyak 190 desa dan untuk 2021 kembali akan mengintervensi sebanyak 43 desa dan 73 Kelurahan,” bebernya.

Sementara itu, Ketua Panitia Rakor dan singkronisasi program Marasa tahun 2021, M.Sofyan, mengatakan pada sambutannya, Pelaksanaan Rakor dan Singkronisasi dimaksudkan sebagai ajang diskusi dan sharing informasi dari para pemangku kepentingan agar program Marasa tahun 2021 dapat lebih optimal.

Lebih jauh sofyan mengatakan, Rakor itu pula sebagai wadah untuk mewujudkan program marasa tahun 2021 yang lebih implementatif.

” Lewat rakor ini diharapkan dapat mewujudkan program marasa yang lebih implentatif berdasarkan tema krusial sesuai kebutuhan yang ada di lokus program, sehingga dapat membawa perubahan bagi desa dan kelurahan dalam merencanakan kegiatan pembangunan,” pungkas mantan Kabag Bina Agraria Biro Tapem Pemprov Sulbar ini.|asd

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *