Rektor UNM Ungguli Tokoh Lainnya, Hasil Polling Calon Gubernur Pilihan Rakyat Sulbar

Hits: 328

Founder Ge’no Consultan Politic Sulbar,Makmun Mustafa(photo:dok:mkm)

BANNIQ.Id. Sulbar l Meskipun Pemilihan Gubernur Sulbar belum ada kepastian kapan akan digelar ,karena saat ini masih menunggu keputusan DPR RI bersama Kemendagri dan Komisi Pemilihan Umum, apa digelar tahun 2022 Atau serentak di 2024, Namun salah satu consultan politik lokal Sulbar,Ge’no Consultan Politic mencoba melakukan Polling sederhana yang telah dishare di Medsos beberapa hari terakhir yang menjaring pendapat warga Sulbar pengguna Android di Medsos, tentang siapa calon Gubernur pilihan rakyat Sulbar.

Hasil polling sederhana tersebut, menempatkan Rektor UNM Prof Dr.H.Husain Syam di posisi puncak dengan 843 Suara, disusul Anggota DPR RI Dr.Suhardi Duka, dengan suara polling sebanyak 326 suara, lalu dibawahnya Bupati Pasangkayu yang juga Ketua PDIP Sulbar, Dr.Ir.H.Agus Ambo Djiwa dengan perolehan Polling sebesar 218 suara, menyusul Bupati Mateng H.Aras Tammauni, 174 suara, kemudian Bupati Polman Andi Ibrahim Masdar,dengan suara polling sebesar 143 suara, berikutnya Gubernur Sulbar HM Alibaal Masdar, dengan 100 suara, dan terakhir Sekprov Sulbar sebesar 88 suara.

Founder Ge’no Consultan Politic Sulbar, Makmun Mustafa Via Wattshap, Jum’at malam (19/6/2020) beberapa saat setelah merilis hasil poling tersebut dan dishare ke medsos mengatakan, Hasil polling yang dijaringnya melalui medsos tersebut merupakan gambaran arah pandangan politik rakyat Sulbar saat ini.

” Hasil polling ini Minimal mengambarkan arah pandangan politik rakyat sulbar,” Ujarnya.

Meskipun hasil polling tersebut tidak bisa disetarakan dengan hasil survey yang referesentatif namun Anggota Ikatan Alumni Pelajar/Mahasiswa Jogjakarta Sulbar ini, menegaskan bahwa polling tersebut adalah sebuah potret tentang fakta yang harus diterima.

” Hasil polling ini, Saya kira juga adalah fakta yang harus diterima meskipun bahwa polling ini bukanlah survey yang bisa disebut representatif,” Imbuhnya.

Tentang para pemberi suara polling yang Ia buat sebut Makmun, hanya diakses oleh masyarakat menengah pengguna android yang umumnya berdomisili di perkotaan.

” Polling ini hanya ingin melihat secara obyektif pandangan masyarakat kelas menengah, karena yang bisa mengakses polling ini adalah hanyalah kelompok pengguna android, dan rata-rata pengguna android hampir semua berada di perkotaan atau urban jadi ini belum mewakili masyarakat rural atau pedesaan,” Pungkas Pria Paruh baya yang masih energik ini.|asd

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *