Terkait Musprov KONI Sulbar, ABM Angkat Bicara

Hits: 307

Andi Muh.Alibaal Masdar (photo:repro)

BANNIQ.Id.Sulbar. Menyikapi proses Musprov Sulbar yang sebelumnya telah melalui proses Penjaringan dan Penyaringan oleh Tim Penjaringaan dan Penyaringan Calon Ketua KONI Sulbar dan prosesnya sudah bersyarat dan berkas dinyatakan lengkap setelah proses Verifikasi dan Validasi dilakukan oleh Tim TPP yang diketuai Sekertaris Careteker KONI Sulbar,Mayjen TNI (Pur) Heru Suryono Karseno. Namun pada saat pelaksanaan Musprov tanggal 28 Juni lalu di Majene, Careteker Sekertaris KONI Sulbar terpaksa menghentikan Musprovlub karena deadlock  dan menyerahkan ke KONI Pusat proses Akhir Musprovlub Sulbar.

Terkait dengan dinamika pelaksanaan Musprovlub  Sulbar Calon Ketua KONI Sulbar Andi Ali Baal Masdar  secara bijak dengan sikap demokratis berbalut kepedulian terhadap peningkatan prestasi Olah raga di Sulbar dibawa binaan KONI Sulbar ke depan. 

Via pesan Waatshap, Kamis 1 Juli 2021, HM Andi Alibaal Masdar atau karib disapa ABM menyampaikan, Sehubungan dengan dinamika pelaksanaan Musrprov KONI Sulawesi Barat, saya sebagai pribadi yang telah ditetapkan oleh Tim Penjaringan Pendaftaran Calon Ketua yang ditangani caretaker Ketua Koni Sulawesi Barat.

“Mengenai dinamika Musrprov, saya menghargai saran dan pendapat yang mengemuka dari berbagai pihak,” ucapnya.

Ditambahkan, dirinya berpandangan bahwa pendapat yang berkembang merupakan hal yang lazim di era demokrasi sekarang. Merupakan juga bentuk perhatian dan rasa sayang kepada saya pribadi. Namun, saya berharap juga kita selalu sadar sebagai masyarakat yang berbudaya dan menghargai kesantunan.

” Karena itulah, saya berpikir masalah mosrprovlub lebih baik diserahkan ke Koni Pusat untuk memberi solusi terbaik, demi pembinaan olahraga di Sulbar terutama menghadapi PON XX di Papua yang sudah di depan mata,” imbuhnya.

Disebutkan juga, bahwa dirinya Perlu menyampaikan beberapa hal terkait kesiapan menjadi Ketua KONI Sulbar periode 2021-2025:

Andi Muh.Ali Baal Masdar saat Porprov I Sulbar tahun 2007 (photo:repro)

1. Niat mendaftar sebagai calon ketua KONI Sulbar periode 2021-2025 sama sekali tidak didasari keinginan menguasai organisasi tersebut. Saya sangat sadar, bahwa menahkodai organisasi seperti Koni bukan hal yang ringan. Apalagi dengan kondisi olahraga di Sulbar yang minim prestasi. Dinda keterpurukan.

2. Saya berpandangan, bahwa KONI sebagai organisasi yang diamanahkan UU untuk pembinaan keolahragaan, yang bertujuan mempersatukan. Sebab dengan olahraga, kita kembali ke fitrah. Dalam berolahraga, kita semua sama. Terlepas dari status, jabatan, atau kedudukan. Olahraga tidak hanya mengandalkan kemampuan. Karena dalam pertandingan, faktor yang menentukan adalah nasib atau keberuntungan. Sebab tidak ada yg bisa memastikan hasil akhir dalam pertandingan. Itulah menariknya olahraga.

Setiap olahragawan atau atlet, memiliki target untuk menang dalam setiap pertandingan. Atlet yang baik, akan selalu berpikir meraih kemenangan asecara jantan dan kalah secara terpuji. Olahragawan disebut pahlawan, karena ia berhasil mengharumkan nama kelompok atau kontingennya. Itulah yang saya maksudkan olahraga bersifat mempersatukan.

Kedua:
Juara dalam olahraga bukan ditemukan. Tidak muncul secara tiba-tiba. Untuk meraih prestasi, harus direncanakan, diciptakan, disiapkan sejak dini. Dimulai dari perencanaan yang baik, matang. Program pembinaan yang terarah dan berkesinambungan. Dukungan sarana dan prasarana yang menunjang, pembinaan atlit potensial, pelatih yang handal, kompetisi yang teratur, dana yang mendukung. Kalau semua tertangani dengan baik, akan membuahkan prestasi dan para juara. Untuk itulah, olahraga harus dikelola secara terorganisasir.

Pengelolaan organisasi olahraga, oleh komite olahraga maupun cabang olah raga di setiap tingkatan, sasaran utamanya untuk meningkatkan prestasi, menjaring bibit atlet potensial pada berbagai cabang olahraga, mendorong peran serta masyarakat untuk pemberdayaan ekonomi. Selain itu, olahraga merupakan perekat untuk menguatkan persatuan dan kesatuan.

Untuk memimpin organisasi Koni Sulbar, sebut ABM dirinya memiliki pengalaman sebagai ketua Koni Polewali Mandar (semasa sebagai Bupati). Berpengalaman juga sebagai atlet dan menjadi peraih medali, beberapa tahun silam.

“Berdasarkan pemikiran tersebut,  saya merespon baik teman-teman yang mendorong menjadi calon Ketua KONI Sulbar periode 2021-2025,” lugasnya.

Terkait rencana Kerja KONI ke Depan Sambung ABM dirinya juga telah menetapkan Visi dan Misi sebagai Pedoman dalam pengembangan dan peningkatan prestasi Olah Raga di Sulbar yakni;

VISI
Terwujudnya KONI Sulawesi Barat sebagai organisasi yang solid untuk meningkatkan prestasi olahraga di Sulawesi Barat

MISI
1. Meningkatkan kualitas tatakelola organisasi KONI Sulawesi Barat.
2. Melakukan penyediaan sarana olahraga yang representatif.
3. Menetapkan standar prestasi olahraga di Sulawesi Barat.
4. Menguatkan koordinasi peran dan tanggung jawab KONI Provinsi dan Kabupaten.
5. Membangun kolaborasi untuk pembinaan dan peningkatan prestasi olahraga di Sulawesi Barat.

PROGRAM KERJA

I. Jangka Pendek

1) Konsolidasi organisasi KONI Sulawesi Baat periode 2021-2025.
(Penyusunan pengurus dan pelantikan, rapat kerja perdana KONI Sulbar)

2) Memantapkan persiapan menuju PON XX di Papua untuk meraih prestasi.
(Berusaha semaksimal mungkin kontingen PON XX Sulbar pulang dari Papua membawa medali)

II. Jangka Menengah

1) Tersedianya sekretariat KONI Sulawesi Barat yang permanen dan representatif.

2) Identifikasi skala prioritas pembinaan cabang olahraga yang pospektif.

3) Terlaksananya pembinaan atlet secara terukur setiap cabang olahraga.

4) Pelibatan semua stakeholder olahraga dalam perencanaan yang transparan dan akuntabel.

5) Terwujudnya kolaborasi stakeholder untuk pembinaan dan peningkatan prestasi olahraga di Sulawesi Barat.
(partisipasi lembaga-lembaga perbankan, BUMN/BUMD, dan swasta mendukung pembinaan olahraga dari dana CSR. Diharapkan setiap cabang olahraga ada “bapak angkat”)

III. Jangka Panjang
1) Terwujudnya sumberdaya pendanaan organisasi untuk pembinaan dan peningkatan prestasi (dukungan pemerintah, partisipasi swasta, maupun sumber lain yang legal dan tidak mengikat)

2) Memberikan insentif kepada atlet berprestasi yang berbasis pendidikan dan profesi.

3) Terwujudnya prestasi yang mengharumkan Sulawesi Barat pada PON XXI tahun 2024 di Aceh.|asd

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *