ADVERTORIAL

Unsulbar Audiensi dengan Gubernur Sulbar

Rektor Unsulbar, Prof.Dr.Muh.Abdy,M.Sc saat memimpin Audiensi dengan Gubernur Sulbar,Dr.H.Suhardi Duka(foto:repro)

BANNIQ.Id. Mamuju – Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, menerima kunjungan Rektor Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), Prof. Muhammad Abdy, pada Senin , 10 Maret 2025. Pertemuan ini membahas dua agenda utama: penerimaan mahasiswa baru di Fakultas Kedokteran dan perbaikan akses jalan menuju kampus.

Rektor Unsulbar, Prof. Abdy mengungkapkan , bahwa Fakultas Kedokteran Unsulbar akan menerima mahasiswa angkatan pertama pada tahun ini. Kementerian Pendidikan telah memberikan kuota sebanyak 15 kursi khusus untuk putra-putri Sulawesi Barat. 

RSUD Sulbar Hadirkan Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi Baru, Dirut: Pasien Gangguan Muskuloskeletal akan Secepatnya Tertangani

“Kami telah melaporkan kepada Pak Gubernur bahwa kami memiliki kuota 15 mahasiswa khusus untuk putra-putri Sulbar. Kami berharap setiap pemerintah daerah (Pemda) di Sulbar akan mengirimkan satu atau dua wakilnya untuk dibiayai melalui ikatan dinas dengan Pemda,” jelas Prof. Abdy.

Selain itu, Rektor Unsulbar juga membahas masalah akses jalan menuju kampus yang hingga saat ini masih belum tersedia. Menurutnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulbar telah menganggarkan pembangunan jalan tersebut pada tahun ini.

Terima Audiensi Kominfo Majene,Ridwan Sarankan Pelayanan Berbasis Digital dan Terintegrasi

“Kami telah menyampaikan kepada Pak Gubernur bahwa tahun ini Pemprov sudah menganggarkan pembangunan jalan tersebut. Semoga tidak ada penundaan lagi,” ujar Abdy.

Gubernur Suhardi Duka menyambut baik rencana tersebut. Ia memastikan bahwa beasiswa akan diberikan kepada mahasiswa yang benar-benar membutuhkan dan menegaskan akan melakukan seleksi yang ketat.

KKN hampir 2000 mahasiswa, Unsulbar Jelaskan Urgensi Anggaran Rp.700 juta

“Saya diberikan kuota dua mahasiswa untuk dibiayai melalui beasiswa provinsi, sementara kabupaten juga akan mengirimkan wakilnya. Saya akan melakukan seleksi dengan ketat dan memastikan bahwa beasiswa ini diberikan kepada mahasiswa dari keluarga miskin, karena ini bisa menjadi salah satu cara untuk memutus rantai kemiskinan,” tegas Suhardi Duka. /***

× Advertisement
× Advertisement