BANNIQ.Id. Majene. Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional setelah dinyatakan lolos sebagai penerima pendanaan Program Diaspora Berdampak Batch I Tahun 2026 yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) melalui Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan.
Program Diaspora Berdampak merupakan inisiatif strategis pemerintah untuk memperkuat kapasitas dan jejaring riset perguruan tinggi di Indonesia melalui kolaborasi dengan para peneliti diaspora Indonesia yang berkiprah di berbagai perguruan tinggi, lembaga riset, dan industri di berbagai negara.
Tahun ini, sebanyak 608 proposal dari berbagai perguruan tinggi mengikuti proses seleksi yang berlangsung dalam dua tahapan, yakni seleksi administrasi dan seleksi substansi. Dari seluruh usulan tersebut, hanya 119 peneliti diaspora dari 31 negara yang ditetapkan sebagai penerima pendanaan pada Batch I.
Salah satu perguruan tinggi yang berhasil memperoleh pendanaan adalah Universitas Sulawesi Barat melalui program bertajuk U-REACH: UNSULBAR Research Acceleration and Collaboration Hub.
Program tersebut digagas oleh Hilman Qudratuddarsi, M.Ed., Nor Indriyanti, S.Pd., M.Pd., Eli Meivawati, M.Pd., Dr. A. Baso Manguntungi, S.Si., M.Si., serta Dr. Ir. Adam M. Taniewa, S.Kom., M.M., M.T.
Dalam pelaksanaannya, Unsulbar menggandeng Dr. Riyan Hidayat, diaspora Indonesia asal Riau yang saat ini menjabat sebagai Senior Lecturer pada Department of Science and Technical Education Studies, Universiti Putra Malaysia (UPM).
Program U-REACH dirancang untuk memperkuat kapasitas riset, meningkatkan kualitas publikasi ilmiah internasional, serta memperluas kolaborasi global bagi dosen Universitas Sulawesi Barat melalui pendekatan yang terstruktur, kolaboratif, dan berkelanjutan.
Sasaran utama program ini adalah dosen dari berbagai fakultas dan program studi di Unsulbar, khususnya dosen muda dan dosen yang sedang mengembangkan kapasitas penelitian serta publikasi ilmiah internasional.
Salah seorang penerima hibah, Nor Indriyanti, menjelaskan bahwa program ini mengintegrasikan Webinar Series Penguatan Kapasitas Riset dan Publikasi Akademik, Program Utama Diaspora Berdampak, serta Sustainability Program sehingga peserta memperoleh peningkatan kompetensi secara komprehensif.
Materi yang diberikan meliputi manajemen referensi, bibliometrik dan systematic literature review, metodologi penelitian, pengembangan instrumen penelitian, analisis data, academic writing, etika publikasi, pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence) dalam penelitian, penyusunan proposal hibah internasional, hingga pengembangan jejaring kolaborasi riset berskala global.
Menurut Nor Indriyanti, kehadiran Dr. Riyan Hidayat yang memiliki rekam jejak akademik internasional diharapkan menjadi katalisator dalam mempercepat peningkatan kapasitas penelitian dosen Unsulbar. Selain itu, kolaborasi tersebut juga diharapkan mampu mendorong penyusunan roadmap riset institusi, meningkatkan kualitas proposal hibah kompetitif, serta membangun jejaring penelitian internasional yang berkelanjutan.
Melalui Program U-REACH, Universitas Sulawesi Barat optimistis mampu memperkuat budaya riset yang unggul, meningkatkan daya saing akademik di tingkat global, sekaligus memperluas kontribusi perguruan tinggi dalam menghasilkan inovasi yang berdampak bagi pembangunan daerah dan nasional./***











