ADVERTORIAL

Bupati Polman Hadiri Penamatan 387 Santri Ponpes Ar-Risalah, Tegaskan Komitmen SDM Berkarakter

BANNIQ.Id, Polewali.Pondok Pesantren Ar-Risalah Batetangnga, Kabupaten Polewali Mandar, kembali menorehkan kontribusi besar dalam dunia pendidikan dan pembinaan generasi muda dengan menamatkan 387 santri dan santriwati dari berbagai jenjang pendidikan, mulai Madrasah Ibtidaiyah (MI), Wustha (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA), Kamis, 14 Mei 2026.

Kegiatan penamatan berlangsung khidmat dan penuh haru, dihadiri langsung Bupati Polewali Mandar, H. Samsul Mahmud, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Barat Dr. Adnan Nota, Kabid Pakis Kanwil Kemenag Sulbar Dinar Faizal, anggota DPRD Provinsi Sulbar, serta DPRD Kabupaten Polewali Mandar.

Terima Audiensi Kominfo Majene,Ridwan Sarankan Pelayanan Berbasis Digital dan Terintegrasi

Pendiri Ponpes Ar-Risalah, Dr. Muhdin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran Bupati Polman pada kegiatan tersebut. Ia mengungkapkan, sejak pondok pesantren berdiri, baru kali ini seorang bupati hadir langsung dalam prosesi penamatan santri.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Bupati Polewali Mandar. Selama berdirinya pondok pesantren ini, baru kali ini ada bupati yang hadir langsung dalam kegiatan penamatan,” ungkap mantan Kakanwil Kemenag Sulbar tersebut.

KKN hampir 2000 mahasiswa, Unsulbar Jelaskan Urgensi Anggaran Rp.700 juta

Muhdin juga mengenang perjalanan panjang pembangunan Ponpes Ar-Risalah yang bermula dari bantuan dana sebesar Rp300 juta. Namun karena belum memiliki lahan, dana tersebut digunakan terlebih dahulu untuk membeli lokasi pembangunan pondok pesantren.

“Awalnya bantuan pembangunan sebesar Rp300 juta kami gunakan membeli lahan, sementara biaya pembangunan selanjutnya berasal dari bantuan masyarakat dan para donatur yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan pendidikan pesantren,” jelasnya.

Unsulbar Ambil Peran Strategis dalam Pengembangan ESDM Sulbar,Perkuat Sinergi dengan Pemprov dan Investor

Kini, Ponpes Ar-Risalah berkembang pesat dengan gedung pembelajaran bertingkat tiga dan empat lantai serta ribuan santri yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Dalam proses pengembangannya, pondok pesantren tetap berpegang pada prinsip Khairunnas Anfa’uhum Linnas — sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama.

“Prinsip inilah yang terus kami tanamkan kepada para santri dalam menempuh pendidikan dan menjalani kehidupan,” tambah Muhdin seraya menyampaikan terima kasih kepada seluruh orang tua yang telah mempercayakan pendidikan anak-anak mereka di Ponpes Ar-Risalah.

Sementara itu, Bupati Polewali Mandar H. Samsul Mahmud menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengasuh dan tenaga pendidik Ponpes Ar-Risalah yang dinilai telah tulus membina generasi muda melalui pendidikan agama dan pembentukan karakter.

“Terima kasih kepada para pengasuh pondok pesantren yang dengan penuh keikhlasan membimbing generasi muda melalui ilmu agama. Begitu pula kepada para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan anak-anaknya di pesantren. Awalnya mungkin terasa berat, tetapi ketika sampai pada titik ini akan hadir kebanggaan luar biasa, karena ini adalah pilihan yang mulia,” ujar HSM, sapaan akrab Bupati Polman.

HSM juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar dalam mendukung keberlangsungan dan pengembangan pondok pesantren, termasuk melalui penyusunan Peraturan Daerah tentang Pondok Pesantren.

“Kami tetap berkomitmen memberikan perhatian dan dukungan kepada pondok pesantren, meski kondisi fiskal daerah saat ini masih terbatas. Salah satu bentuk keseriusan pemerintah adalah penyusunan Perda Pondok Pesantren sebagai payung penguatan pendidikan keagamaan di daerah,” jelasnya.

Menurut HSM, pondok pesantren memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kuat dalam moral, akhlak, dan karakter kebangsaan. Di tengah tantangan zaman dan perkembangan teknologi, pesantren dinilai menjadi benteng penting dalam membangun generasi yang berintegritas, religius, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, Ketua Yayasan Ponpes Ar-Risalah, Dr. Muh. Ali Rusdi Bedong, S.HI., M.HI., menyampaikan bahwa total santri dan santriwati yang ditamatkan tahun ini berjumlah 387 orang, terdiri dari MI 22 santri, Wustha Putra 108 santri, Wustha Putri 144 santri, MA PK Putra 36 santri, MA PK Putri 40 santri, PDF Ulya Putra 17 santri, dan Ulya Putri 20 santri.

Ia juga menjelaskan bahwa saat ini jumlah santri yang menempuh pendidikan di Ponpes Ar-Risalah mencapai 2.304 orang, terdiri dari MA PK sebanyak 593 santri, PDF 78 santri, Wustha 1.516 santri, dan MI 117 santri.

“Alhamdulillah, alumni Ponpes Ar-Risalah kini telah tersebar di berbagai penjuru negeri hingga luar negeri, termasuk Mesir. Mereka tidak hanya melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi keagamaan, tetapi juga di berbagai perguruan tinggi umum. Bahkan puluhan alumni kami telah diterima menjadi anggota Polri dan TNI,” pungkas Ali Rusdi./Ram-Al.

× Advertisement
× Advertisement