BANNIQ.Id. Pasangkayu. Kerukunan Keluarga Mandar Assamalewuang Kabupaten Pasangkayu menggelar Kegiatan Silaturrahim dengan Bupati Polman, H.Samsul Mahmud pada Sabtu Malam (27/6/2026),di Kafe N Resto Azzahra.
H.Samsul didampingi Istri Ny.Indrayana Samsul, Senator Dapil H.Jupri Mahnud, dan Sekertatis Golkar Sulbar Usman Suhuriah.
Pada kesempatan ini Ketua Kerukunan Keluarga Mandar Assamalewuang Pasangkayu,Budi Aswin, SE., MM., menegaskan bahwa Assamalewuang merupakan rumah besar bagi seluruh masyarakat Mandar yang bermukim di Kabupaten Pasangkayu.
Menurutnya, secara filosofis Assamalewuang bermakna persatuan masyarakat Mandar tanpa membedakan asal-usul atau kelompok.
Tidak ada sekat antara Mandar A maupun Mandar B. Siapa pun yang berasal dari suku Mandar dan tinggal di Pasangkayu merupakan bagian dari keluarga besar Assamalewuang.
“Tujuan utama Assamalewuang adalah menyatukan serta memperkokoh persatuan dan solidaritas masyarakat Mandar agar dapat bersama-sama berkontribusi dalam pembangunan Kabupaten Pasangkayu, mulai dari Kecamatan Sarudu hingga Sarjo,” ujar Budi Aswin.
Sementara itu, Penasehat Assamalewuang, Lukman Siad, menyampaikan harapannya agar pertemuan tersebut menjadi awal dari silaturahmi yang terus berlanjut dan semakin mempererat kebersamaan warga Mandar.
Lukman juga mengusulkan agar nantinya akan ada momentum peringatan keagamaan bernuansa budaya mandar seperti Maulid Nabi ke depan dikemas seperti menampilkan tradisi Kuda Totamma dan Tiriq.
“Kalau memungkinkan, kita upayakan Tiriq terbanyak saat peringatan Maulid nanti bisa masuk Museum Rekor Indonesia, dan Bupati Polman harus hadir memberi Support,” ungkapnya.
Ia menambahkan, besarnya populasi masyarakat Mandar di Pasangkayu telah memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap pembangunan daerah.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Polewali Mandar, H. Samsul Mahmud, menilai jumlah warga Mandar di Pasangkayu yang diperkirakan mencapai sekitar 47 persen merupakan potensi dan modal sosial yang sangat besar.
Namun demikian, menurutnya, kekuatan tersebut harus diiringi dengan penguatan ekonomi, perubahan pola pikir, dan kesiapan menghadapi tuntutan zaman.
“Dengan jumlah sekitar 47 persen warga Mandar di Pasangkayu, ini adalah kekuatan dan modal besar. Apalagi jika dibarengi dengan penguatan ekonomi serta perubahan mindset dan pola pikir,” ujar H. Samsul Mahmud.
Dalam sesi Dialog , tokoh Mandar H.Suardi menilai H. Samsul Mahmud sebagai sosok pemimpin yang mengabdikan dirinya untuk masyarakat,sehingga bisa menjadi panutan untuk warga mandar assamalewuang.
Menurutnya, secara ekonomi H. Samsul sudah mapan sehingga pengabdiannya sebagai bupati bukan lagi untuk mencari keuntungan pribadi.
” H. Samsul adalah sosok anak muda yang memilih mengabdi. Secara ekonomi beliau sudah mapan, sehingga menjadi bupati semata-mata untuk pengabdian kepada masyarakat, bukan untuk mencari uang,” pungkasnya.
warga Assamalewuang lainnya yang juga Wakil Ketua DPRD Pasangkayu, Muh.Dasri juga menilai kehadiran Assamalewuang merupakan paguyuban yang bertujuan untuk mengangkat Harkat dan martabat Orang Mandar.
Dasri juga berharap kehadiran Bupati Polman pada tiap momen terkait kegiatan Assamalewuang sangat diharapkan karena sudah didaulat sebagai penasehat Kerukunan mandar Assamalewuang/***








