BANNIQ.Id. Mamuju. Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) memperluas jejaring akademiknya di tingkat nasional dengan menggandeng Fakultas Vokasi Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dalam rangkaian Kongres X Forum Perguruan Tinggi Vokasi Indonesia (FPTVI).
Kerja sama ini menjadi bagian dari langkah strategis FIKes Unsulbar untuk memperkuat pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan sumber daya manusia.
Kongres X FPTVI sendiri merupakan forum nasional yang mempertemukan pimpinan perguruan tinggi vokasi dari berbagai daerah di Indonesia. Forum tersebut menjadi ruang untuk memperkuat sinergi antarinstitusi, bertukar gagasan, serta mendorong inovasi dalam pengembangan pendidikan vokasi yang adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja.
Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Unsulbar mengatakan, kerja sama dengan Fakultas Vokasi UNESA merupakan bagian dari komitmen institusinya untuk membangun kemitraan dengan perguruan tinggi yang memiliki pengalaman dan kapasitas dalam pengembangan pendidikan vokasi.
“Kolaborasi ini menjadi momentum penting bagi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Sulawesi Barat untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan melalui pertukaran pengalaman, inovasi pembelajaran, riset kolaboratif, serta penguatan kapasitas dosen dan mahasiswa,” ujarnya,Jum’at(28/8/2026).
Ia berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi dapat diwujudkan melalui berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi kedua institusi maupun masyarakat.
Sementara itu, Fakultas Vokasi UNESA menyambut baik terjalinnya kemitraan tersebut sebagai bagian dari upaya memperluas jejaring kerja sama perguruan tinggi secara nasional.
Sinergi kedua institusi diharapkan dapat melahirkan berbagai program inovatif, terutama dalam meningkatkan kompetensi lulusan agar mampu beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Ruang lingkup kerja sama mencakup pengembangan pendidikan dan pembelajaran, penelitian bersama, pengabdian kepada masyarakat, pertukaran dosen dan mahasiswa, penyelenggaraan seminar dan pelatihan, publikasi ilmiah, serta kegiatan akademik lainnya yang mendukung pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.
Bagi FIKes Unsulbar, kerja sama tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperluas akses terhadap pengalaman, inovasi, dan jejaring akademik nasional. Kolaborasi dengan perguruan tinggi lain diharapkan dapat memperkuat kapasitas kelembagaan sekaligus membuka ruang pengembangan kompetensi bagi dosen dan mahasiswa.
Penandatanganan PKS dalam momentum Kongres X FPTVI sekaligus menegaskan arah FIKes Unsulbar untuk membangun pendidikan yang semakin unggul, inovatif dan kolaboratif, khususnya dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia di bidang kesehatan.
Melalui kemitraan tersebut, FIKes Unsulbar diharapkan tidak hanya memperkuat posisi akademiknya di tingkat nasional, tetapi juga mampu menghadirkan program pendidikan dan pengabdian yang memberikan dampak lebih luas bagi pembangunan kesehatan masyarakat./***











